Perusahaan juga mewajibkan edukasi ulang yang melibatkan akademisi dari Universitas Sungkyunkwan untuk membahas sejarah modern serta isu hak asasi manusia, gender, dan tenaga kerja.

Perusahaan merombak proses pengambilan keputusan internal dengan menerapkan daftar periksa sensitivitas sosial dan persetujuan lintas departemen bersama tim hukum.

Kasus ini kini telah bergeser ke ranah hukum pidana.

Kepolisian Metropolitan Seoul resmi mendaftarkan Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, beserta mantan direktur utama Starbucks Korea sebagai tersangka atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik.

Kepala Tim Audit Shinsegae Group, Yang Jongwan, dipanggil sebagai saksi.

"Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kami menanggapi insiden pemasaran ini, dan mencerminkan komitmen kami untuk memastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi," kata Shinsegae dalam sebuah pernyataan dilansir The Japan Times.

Manajemen menegaskan kerugian finansial akibat penutupan ini menjadi bukti komitmen perbaikan sensitivitas sosial korporasi.

>>> Wall Street Terpuruk, The Fed Sinyal Hawkish Bikin Investor Cemas

Jajaran eksekutif Shinsegae Group beserta Chairman Chung Yong-jin dijadwalkan mengikuti sesi pelatihan sejarah terpisah pada 24 Juni mendatang bersama para CEO perusahaan afiliasi.