FIFA menghadapi ancaman boikot yang berpotensi mengganggu pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City, pada Jumat (12-6-2026) dini hari WIB.

Aksi ini dipicu oleh protes pemilik boks eksekutif dan kursi tribune premium yang dirugikan oleh kebijakan pengambilan alih operasional penuh stadion oleh FIFA.

>>> Wasit Piala Dunia 2026 Terima Bayaran Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sengketa ini memengaruhi lebih dari 15 ribu kursi di Stadion Azteca yang baru selesai direnovasi.

Tempat yang memiliki kapasitas total 87 ribu penonton tersebut dijadwalkan menjadi lokasi pembukaan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Akar Perselisihan

Perselisihan berakar dari kebijakan manajemen FIFA sejak Piala Dunia 1998 yang selalu menguasai pengelolaan stadion secara penuh selama kompetisi.

Sebaliknya, pemilik boks mengklaim memiliki hak istimewa sejak renovasi total tahun 1966 berupa hak penggunaan 99 tahun tanpa pembatasan untuk semua acara, termasuk Piala Dunia 1970 dan 1986.

Kini, mereka memprotes pembatasan distribusi makanan, minuman, serta penjualan kursi bagi tamu undangan mereka.

Perwakilan Asosiasi Pemilik Boks dan Kursi Tribune Meksiko, Roberto Ruano, menyatakan bahwa kelompoknya bersiap mengambil tindakan tegas apabila FIFA dan pengelola stadion terus mengabaikan dialog.

"Mereka memaksa kami menerima dukungan yang ditawarkan CNTE.

Jika tidak ada dialog pada Rabu atau Kamis, kami akan meminta dukungan dari rekan-rekan kami yang juga sedang melakukan protes," kata Ruano.

CNTE merupakan serikat pekerja pendidikan nasional yang berpengaruh besar di Meksiko.

Ruano kemudian menyampaikan ajakan komunikasi secara terbuka kepada Emilio Azcarraga selaku Presiden Grupo Ollamani yang memiliki Stadion Azteca dan Club America.