>>> PB Porlasi Sukses Gelar Indonesia Regatta Series I dan Kejurnas Layar 2026

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ajakan secara baik-baik kepada Emilio Azcarraga. Saya siap duduk bersama dan berbicara dengannya," ujar Ruano.

Ruano mengingatkan bahwa tenggat waktu menuju sepak mula semakin krusial karena manajemen stadion, FIFA, FIFA Meksiko, Grupo Ollamani, dan Grupo Banorte sejauh ini masih menolak bertemu.

"Kami hanya berjarak tiga hari dari Piala Dunia.

Kami memiliki CNTE, pekerja transportasi, dan banyak kelompok lain yang siap mendukung jika mereka terus menghalangi kami," ucapnya.

Sebagai bentuk perlawanan, para pemilik boks tetap akan menegakkan hak membawa konsumsi sendiri ke dalam area stadion berdasarkan ketetapan hukum dari Hakim Distrik Keenam Mexico City.

"Kami secara terbuka memberi tahu mereka, sesuai langkah perlindungan yang dikeluarkan Hakim Distrik Keenam Mexico City, bahwa besok pukul 14.00 kami akan datang bersama seluruh pemilik boks dan kursi tribune untuk mengantarkan makanan dan minuman kami," tegas Ruano.

Pihak pengelola dilaporkan enggan menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana kedatangan para pemilik boks eksekutif tersebut.

"Mereka tidak mau menerima pemberitahuan itu, tetapi kami akan menyelipkannya di depan pintu mereka," lanjutnya.

Selain ancaman boikot di Meksiko, Piala Dunia 2026 diwarnai sejumlah persoalan lain seperti tingginya harga tiket.

>>> Argentina Hancurkan Zambia 5-0, Valentín Barco Cetak Gol Perdana

Masalah politik juga mencuat setelah Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim jatah tiket pendukung mereka dicabut akibat konflik dengan Amerika Serikat, serta dicoretnya wasit Somalia, Omar Artan, yang ditolak masuk ke wilayah AS.