Ajang Piala Dunia 2026 memberikan keuntungan finansial yang sangat besar bagi para wasit. Penghasilan mereka selama turnamen lima pekan bahkan berpotensi melampaui pendapatan dalam satu musim kompetisi domestik.

FIFA dikabarkan telah menyiapkan paket imbalan finansial yang memecahkan rekor.

>>> PB Porlasi Sukses Gelar Indonesia Regatta Series I dan Kejurnas Layar 2026

Setiap wasit utama yang bertugas akan mendapatkan bayaran pokok sebesar 100 ribu dolar AS atau setara Rp1,7 miliar.

Nominal ini menjadi pendapatan tertinggi bagi pengadil lapangan sepanjang sejarah Piala Dunia. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan honor pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Kenaikan nilai kontrak ini sejalan dengan perluasan format turnamen yang kini melibatkan 48 negara peserta. Jumlah pertandingan menjadi lebih banyak dan beban kerja wasit semakin berat.

Pendapatan pokok tersebut masih di luar bonus performa.

Wasit yang terus dipercaya memimpin laga hingga fase gugur akan menerima insentif tambahan pada setiap putaran, dengan puncaknya pada partai final 19 Juli.

Dua Utusan Inggris Ambil Bagian

Liga Inggris mengirimkan Michael Oliver dan Anthony Taylor sebagai perwakilan utama. Sepanjang musim, performa keduanya telah teruji di kompetisi domestik, Piala FA, hingga Liga Champions.

Kedua wasit ini diperkirakan sudah mengamankan pendapatan sekitar 250 paun di level klub. Kehadiran mereka di Piala Dunia 2026 menjadi tambahan pemasukan yang sangat signifikan.

Selain duo wasit tengah tersebut, wasit asal Australia yang berkarier di Inggris, Jarred Gillett, juga dipanggil untuk mengisi pos khusus sebagai petugas VAR.

Penerapan Sejumlah Regulasi Baru

Piala Dunia 2026 juga akan menjadi panggung uji coba bagi implementasi beberapa regulasi baru yang ketat. Fokus utama adalah memberantas taktik mengulur waktu secara sengaja oleh pemain.