Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengancam akan menarik tim nasional dari Piala Dunia 2026. Ancaman ini muncul setelah insiden diplomatik dengan Kanada dan Amerika Serikat.

Ketua FFIRI, Mehdi Taj, menuntut jaminan keamanan tertulis dari FIFA.

>>> Incar Morgan Rogers, Mikel Arteta Masih Kejar Julian Alvarez untuk Arsenal 2026

Ia juga meminta agar simbol sistem pemerintahan Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), tidak dihina selama turnamen.

IRGC telah diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Kanada.

Hal ini menjadi sumber konflik utama bagi ofisial dan pemain Iran yang akan bepergian ke negara tuan rumah.

Kronologi Insiden Visa di Kanada

Ketegangan bermula ketika delegasi Iran membatalkan kehadiran mereka di Kongres FIFA di Vancouver. Pembatalan itu terjadi setelah perlakuan tidak hormat dari petugas imigrasi Kanada.

Menteri Imigrasi Kanada kemudian mengonfirmasi bahwa visa Mehdi Taj dibatalkan saat ia dalam penerbangan. Pembatalan visa didasari keterkaitan Taj dengan IRGC.

Mehdi Taj sebelumnya memegang jabatan tinggi di IRGC. Ia kini mendesak FIFA untuk memberikan kepastian hukum secara tertulis.

Pernyataan Taj melalui IRIB menekankan tiga poin: jaminan keamanan tertulis, larangan penghinaan terhadap simbol Iran termasuk IRGC, dan tanggung jawab penyelenggara agar insiden serupa tidak terulang.

>>> Alwi Farhan Bantah Emosi Meluap Usai Kalahkan Lakshya Sen di Indonesia Open 2026

Kebuntuan Diplomatik dengan AS

Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa siapa pun yang terafiliasi dengan IRGC dilarang memasuki AS. Kebijakan ini menciptakan kebuntuan diplomatik bagi Iran.

Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di AS. Jadwal pertandingan meliputi:

  • 15 Juni: Iran vs Selandia Baru di Los Angeles
  • 21 Juni: Iran vs Belgia di Los Angeles
  • 26 Juni: Iran vs Mesir di Seattle

Kondisi ini membuat masalah visa dan keamanan menjadi krusial. Iran sebelumnya meminta FIFA memindahkan pertandingan ke Meksiko, namun permintaan itu ditolak.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan Iran tetap bertanding di lokasi yang sudah dijadwalkan. Meski demikian, FIFA berupaya meredakan ketegangan melalui diplomasi.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengirim surat penyesalan atas insiden visa di Kanada.

FIFA juga mengundang FFIRI ke Zurich pada 20 Mei untuk membahas persiapan akhir dan solusi atas kendala birokrasi.

>>> Suzuki Landy Hybrid 2026 Resmi Meluncur, Intip Spesifikasi dan Fitur Canggihnya

Nasib partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 kini bergantung pada hasil pertemuan di Zurich. Jika tidak ada kesepakatan mengenai jaminan keamanan, Iran bisa saja menarik diri.