Masyarakat Perlu Terapkan Mindful Spending di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
Penerapan strategi pengeluaran secara sadar atau mindful spending dinilai krusial bagi masyarakat Jakarta untuk bertahan di tengah lonjakan biaya hidup serta masifnya penggunaan transaksi digital.
Tekanan ekonomi saat ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menaikkan biaya impor bahan baku.
>>> 1.500 Mahasiswa di Surabaya Tuntut Hentikan Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, tingginya suku bunga global dan ketegangan geopolitik turut mengganggu rantai pasok komoditas pangan serta energi, yang diperparah oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Kondisi tersebut menuntut pengelolaan keuangan yang lebih cermat.
Financial Planner Melvin Mumpuni menilai kemudahan pembayaran non-tunai berpotensi membuat pengeluaran sulit dikendalikan jika tidak dibarengi kesadaran tinggi.
"Keyword-nya bukan menghilangkan kemudahan transaksinya, tetapi bagaimana kita tetap pegang kendali supaya transaksi tetap lebih mudah dan tetap digital," ujar Melvin.
Perubahan perilaku konsumsi masyarakat saat ini juga menjadi tantangan besar di samping kenaikan harga barang dan jasa.
Melvin mencontohkan adanya penurunan daya beli uang yang dirasakan masyarakat dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
"Teman-teman mungkin berasa pengeluaran sekarang sudah makin mahal. Rp 50.000 sekarang rasanya sudah berbeda dibanding dulu.
Dulu mungkin masih cukup untuk banyak hal, sekarang Rp 50.000 untuk satu orang saja terasa cepat habis," kata Melvin.
Konsep pengelolaan ini bukan berarti membatasi pengeluaran hanya untuk kebutuhan pokok semata.
>>> OJK Terbitkan Izin Usaha Perubahan Nama PT Pandu Halim Perkasa Adjuster
Masyarakat tetap diperbolehkan memenuhi keinginan atau memberikan apresiasi pada diri sendiri, asalkan dampaknya terhadap kondisi finansial sudah diperhitungkan dengan matang.
"Mindful spending itu artinya ketika mau beli sesuatu, baik kebutuhan maupun keinginan, kita benar-benar sadar kenapa mengeluarkan uang itu, apa konsekuensinya, dan kita menikmati keputusan tersebut," jelas Melvin.
Update Terbaru
CEO Take-Two Kembali Buka Suara soal Lama Pengembangan GTA 6
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Haier Luncurkan TV HQLED P7 Pro Series dengan Google TV dan Gemini AI di India
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Portugal vs RD Kongo: Laga Perdana Grup I Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
MNC Digital Rilis Panduan Streaming Sinetron Terikat Janji Tanpa Buffering
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
AtlasGo dan Sun Motor Mitsubishi Hadirkan Platform AI DealerView untuk Penjualan Mobil
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Indodana Finance Sediakan PayLater di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:04 WIB
Timnas Inggris Hadapi Kroasia di Laga Perdana Grup L Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:00 WIB
Sinetron Jejak Duka Diandra Episode 142: Sidang Dimulai, Kecelakaan Hambat Adiputra
Rabu / 17-06-2026, 21:00 WIB
BEM Unair Desak Pembatalan Program Makan Bergizi Gratis di Grahadi
Rabu / 17-06-2026, 20:59 WIB
Kemenhub Lanjutkan Pembahasan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
Penyebab Doa Salat Tahajud Belum Dikabulkan Menurut Hadits
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
OJK Terbitkan Kebijakan Khusus untuk Sektor PVML Jaga Stabilitas Keuangan
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
Saham Papan Akselerasi Melonjak 12,71%, Ungguli Papan Utama dan Pengembangan
Rabu / 17-06-2026, 20:56 WIB
OJK Beri Kebijakan Khusus untuk Sektor PVML, Longgarkan Kepemilikan Asing
Rabu / 17-06-2026, 20:54 WIB






