Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para investor untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi menjelang pengumuman hasil tinjauan aksesibilitas dan klasifikasi pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Juni 2026.

Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya rumor dan potongan gambar menyesatkan di media sosial yang mengklaim posisi Indonesia telah diturunkan ke klasifikasi pasar frontier sebelum pengumuman resmi dirilis.

>>> Kementan Kucurkan Insentif Rp 375 Miliar untuk Swasembada Bawang Putih

MSCI dijadwalkan merilis hasil Global Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan Market Classification Review pada 23 Juni 2026.

Keputusan ini berpotensi memengaruhi persepsi pelaku pasar modal terhadap Indonesia.

OJK: Informasi Tidak Resmi Itu Hoaks

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak tersedia di situs resmi MSCI.

"Jangan cepat mengambil informasi yang tidak terverifikasi. Kemarin banyak beredar rumor, hoaks.

Itu bukan informasi resmi dan tidak benar," ujar Hasan Fawzi.

Ia meminta investor bijak dan selalu mengandalkan kanal resmi lembaga terkait untuk verifikasi data.

>>> Pertamina Hulu Kalimantan Timur Tambah Produksi Minyak 1.900 BOPD

OJK juga mendorong investor mendasarkan keputusan investasi pada kinerja fundamental emiten melalui laporan keuangan kuartal I-2026 yang sudah dipublikasikan maupun laporan semester I-2026 yang akan datang.

"Silakan itu (laporan keuangan) menjadi dasar untuk menentukan apakah memilih tetap hold atau sementara waktu melakukan switching dari posisi kepemilikan saham," kata Hasan.

Langkah koordinasi telah ditempuh OJK bersama pemangku kepentingan pasar modal melalui pertemuan teknis dengan analis MSCI pada 10 Juni 2026 terkait keterbukaan informasi dan kepemilikan saham.

"Sejauh ini mereka telah mengonfirmasi menerima seluruh informasi dan data yang diperlukan," imbuh Hasan.

Agenda evaluasi klasifikasi ini merupakan program rutin global MSCI terhadap berbagai bursa dunia. Pelaku pasar diimbau tetap tenang menghadapi pengumuman berkala tersebut.

>>> Kenaikan Kurs Dollar AS Dongkrak Harga Suku Cadang Modifikasi Motor

"Saya kira tidak ada alasan untuk panik. Kepanikan memang menjadi musuh terbesar investor, apalagi di situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini," pungkas Hasan.