Fujifilm resmi memasuki industri sinematografi profesional dengan memperkenalkan kamera konsep terbaru bernama GFX Eterna. Perangkat ini membawa sensor format besar yang telah lama dinantikan para sineas.

Kamera ini menggunakan sensor GFX 102MP CMOS II HS berukuran 1,7 kali lebih besar dari sensor full-frame konvensional.

>>> 5SOS Tambah Jadwal Konser di Indonesia Arena 6 Desember

Ukuran sensor yang masif menghasilkan depth-of-field lebih dangkal dan dynamic range lebih luas.

Nama Eterna diambil dari lini stok film sinema legendaris Fujifilm, menegaskan bahwa kamera ini dirancang untuk produksi layar lebar dan iklan kelas atas.

Dapur pacunya mengandalkan prosesor X-Processor 5 yang mampu mengolah video resolusi tinggi dengan rolling shutter minimal.

Fitur Unggulan GFX Eterna

GFX Eterna dibekali sensor G Format 102MP yang memberikan detail gambar luar biasa, memudahkan pemotongan atau reframing di pascaproduksi.

Kamera ini juga memiliki Internal ND Filter elektronik terintegrasi untuk penyesuaian eksposur tanpa filter fisik.

>>> Chery Hadirkan Robot AI AiMOGA untuk Berbagai Sektor di Indonesia

Mount Lensa G kompatibel dengan ekosistem lensa GFX, dan tersedia adaptor untuk lensa sinema PL-mount. Konektivitas profesional meliputi port XLR, output SDI, dan HDMI full-size.

Film Simulation Eterna mengoptimalkan profil warna untuk color grading profesional, menghasilkan transisi highlight dan shadow yang lembut.

Saat ini GFX Eterna masih dalam tahap pengembangan sebagai purwarupa dan dijadwalkan rilis global pada tahun 2025.

Perkiraan Harga dan Posisi Pasar

Fujifilm Indonesia belum merilis harga resmi.

Analis memperkirakan harga body only di kisaran Rp150.000.000 hingga Rp200.000.000, lebih tinggi dari GFX100 II yang dibanderol Rp110-120 juta.

>>> Sinopsis Zombieland: Double Tap, Tayang di Bioskop Trans TV 17 Juni 2026

Harga tersebut dinilai kompetitif dibandingkan kamera sinema format besar seperti Sony Venice atau ARRI Alexa. GFX Eterna diharapkan menjadi alternatif baru bagi profesional di Indonesia.