Menurut tim ilmiah, ada dua strategi yang mungkin menjelaskan perilaku unik ini: menghindari predator seperti paus berparuh, atau memikat mangsa favoritnya—krustasea—dengan meniru organisme tetap yang biasa dirayapi krustasea.

>>> Kredit Multiguna Perbankan Tembus Rp1.397,8 Triliun per April 2026

"Jika bunga karang menarik krustasea, dan cumi-cumi meniru bunga karang lalu memakan krustasea, itu akan menjelaskan semuanya," saran Mejía-Saenz.

Kombinasi kamuflase dan perangkap pasif ini mungkin sangat efektif di jurang laut, di mana makanan sangat langka dan setiap kalori berarti.

Perbatasan yang Rapuh, Keajaiban yang Tak Terlihat

Meskipun luas, dataran abisal ini tetap menjadi salah satu bagian planet yang paling jarang dijelajahi.

Bahkan di CCZ, area yang relatif banyak dipelajari, peneliti hanya melihat 33 cephalopoda dalam perjalanan ROV hampir 5.000 km—itu berarti sekitar satu penampakan cumi-cumi per 150 km!

Kelangkaan ini membantu menjelaskan mengapa spesies dan perilaku baru yang spektakuler masih terus terungkap.

Tentu saja, penemuan ini juga menimbulkan kekhawatiran serius: CCZ adalah titik awal untuk rencana penambangan laut dalam, yang menargetkan endapan nikel, kobalt, dan mangan.

Operasi di sana dapat menimbulkan gumpalan sedimen besar yang berpotensi mengubur makhluk-makhluk yang membuat kedalaman ini begitu menarik.

"Kita masih belum tahu seberapa jauh konsekuensinya," peringat Mejía-Saenz.

Bruce Robison, ilmuwan MBARI yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa pengamatan ini adalah pengingat tajam betapa sedikitnya yang kita ketahui.

>>> 4 Pemain Debutan yang Langsung Bersinar di Piala Dunia 2026

"Kita mungkin hanya melihat sebagian kecil dari perilaku cumi-cumi laut dalam. Menemukan taktik baru selalu mengejutkan," katanya.