Kemenperin Dorong Transformasi Industri Hijau dan Digitalisasi Manufaktur
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi transformasi industri melalui penerapan Making Indonesia 4.0 dan digitalisasi operasional.
Langkah ini diambil untuk menciptakan efisiensi yang lebih tinggi pada sektor produksi nasional.
>>> Kekayaan Zhang Yiming Melonjak, Kini Jadi Orang Terkaya di China
Sektor manufaktur nasional saat ini menghadapi tekanan global yang memengaruhi utilisasi dan pertumbuhan industri.
Kemenperin mencatat beban logistik nasional yang melampaui 13 persen terhadap PDB menjadi tantangan besar bagi daya saing pasar.
Fokus pemerintah juga mengarah pada adopsi industri hijau secara meluas. Kemenperin menegaskan efisiensi sumber daya dan operasional berkelanjutan menjadi instrumen penting bagi penguatan sektor manufaktur tanah air.
Berbagai Standar Industri Hijau (SIH) terus diperluas ke banyak sektor manufaktur. Langkah strategis ini diaplikasikan untuk mempercepat terciptanya ekosistem produksi yang berkelanjutan di Indonesia.
Tantangan terbesar bagi pelaku usaha tidak hanya berasal dari aspek eksternal.
Operasional internal yang belum optimal, mulai dari pengadaan barang, tata kelola gudang, hingga proses manufaktur, juga memicu peningkatan kebutuhan sistem terintegrasi.
Kondisi ini mendorong permintaan atas solusi industri yang relevan dengan kebutuhan riil di lapangan.
Kawan Lama Solution menilai efisiensi operasional harus dilakukan lewat pendekatan menyeluruh yang menghubungkan logistik, penyimpanan, kontrol kualitas, hingga lini produksi.
"Di tengah tekanan industri saat ini, efisiensi tidak lagi cukup dilakukan secara parsial.
Pelaku industri membutuhkan sistem operasional yang saling terintegrasi agar proses procurement, logistik, hingga produksi dapat berjalan lebih cepat, presisi, dan adaptif terhadap perubahan," ujar Hendrian Susanto, National Sales Operation General Manager Kawan Lama Solution.
Melalui penyediaan teknologi otomatisasi, IoT, robotik, hingga sistem penyimpanan vertikal dan rak antar-jemput otomatis, pelaku usaha terbantu dalam meningkatkan visibilitas kerja.
Update Terbaru
Tecno Spark 50 Pro Hadir dengan Desain Tipis dan Tahan Air di Kelas Menengah
Rabu / 17-06-2026, 18:00 WIB
Kementerian ESDM: Harga BBM Non Subsidi Berpeluang Turun
Rabu / 17-06-2026, 17:59 WIB
Integrasi AI Ubah Lanskap Kejahatan Siber 2026, Ini 5 Ancaman Utama
Rabu / 17-06-2026, 17:59 WIB
Tecno Camon 50 Resmi di Indonesia, Simak Spesifikasi dan Harga Terbaru Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 17:57 WIB
Menteri PU Bantah Kendala Arus Kas Kontraktor Sekolah Rakyat
Rabu / 17-06-2026, 17:56 WIB
Shopee Bantu Ekspor Puluhan Juta Produk UMKM Lokal ke Pasar Global
Rabu / 17-06-2026, 17:55 WIB
IHSG Melemah ke 6.220,74, Ini Rekomendasi Saham ISSP, BJBR, dan AKRA
Rabu / 17-06-2026, 17:55 WIB
Kementerian ESDM Buka Peluang Penurunan Harga BBM Nonsubsidi
Rabu / 17-06-2026, 17:55 WIB
Lima Wakil Indonesia Lolos ke 16 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 17:53 WIB
Samsung Rilis Patch Keamanan Mei 2026 untuk Galaxy Watch FE hingga Watch 4
Rabu / 17-06-2026, 17:52 WIB
PT Provident Investasi Bersama Tbk Himpun Obligasi Rp 2,3 Triliun untuk Refinancing
Rabu / 17-06-2026, 17:52 WIB
Dokter BTN Jakim 2026 Ungkap Lonjakan Panggilan Darurat Saat Agus Putranadi Meninggal
Rabu / 17-06-2026, 17:50 WIB
Bioskop Trans TV Tayangkan Zombieland: Double Tap Malam Ini
Rabu / 17-06-2026, 17:50 WIB
Argentina Tekuk Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 17:49 WIB






