Untuk menjaga kesepakatan ini, MUI mengusulkan pembentukan mekanisme dialog permanen antarnegara terkait, kepatuhan konsisten terhadap butir kesepakatan, serta peran aktif PBB dalam mengawal implementasi secara transparan.

"Atas nama MUI saya mendesak agar semangat perdamaian yang menjadi dasar kesepakatan ini dilanjutkan dengan langkah-langkah nyata untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, agresi militer, dan pelanggaran HAM yang masih berlangsung di berbagai wilayah konflik, termasuk Gaza Palestina," ujarnya.

Sudarnoto juga menekankan pentingnya peran diplomasi global untuk menghentikan penyerangan militer yang mengorbankan warga sipil di wilayah konflik.

"Secara khusus saya berharap Pemerintah Amerika Serikat dapat menggunakan pengaruh politik dan diplomatiknya untuk mendorong penghentian seluruh bentuk penyerangan dan tindakan militer yang menimbulkan korban sipil di Gaza, Palestina, maupun di Lebanon.

Perdamaian yang sejati tidak dapat diwujudkan apabila kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil masih terus berlangsung," imbuhnya.

>>> Kanada Tolak Visa Thomas Partey, Gelandang Ghana Absen di Piala Dunia 2026

MUI menegaskan bahwa penghentian perang, perlindungan warga sipil, pemenuhan hukum humaniter internasional, serta pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan harus menjadi agenda utama pascatercapainya kesepakatan damai tersebut.