Perusahaan mengklaim tidak akan mengumpulkan data pengguna tanpa persetujuan, tidak menjual data pribadi, tidak menggunakan pelacakan berbasis cookie, dan tidak memonitor aktivitas penggunaan perangkat.

Meski tidak memiliki browser internet, ponsel ini tetap dapat terhubung ke internet untuk kebutuhan tertentu seperti navigasi, pemindaian kode QR, dan layanan pesan instan.

Pengguna dapat menggunakan layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Signal untuk mendukung komunikasi sehari-hari.

>>> Kurs Dolar AS di 4 Bank Besar Melejit Mendekati Rp18.000 pada 17 Agustus 2026

Commodore bahkan mengklaim perangkat ini dapat terhubung dengan iMessage melalui integrasi tertentu dengan komputer Mac, meski kemampuan tersebut masih menimbulkan tanda tanya.

Sebagai pengganti notifikasi modern yang muncul di layar, ponsel ini menggunakan lampu LED berbentuk kubah untuk memberi tahu pengguna ketika ada pesan baru.

Perangkat ini juga dibekali sistem teks prediktif ala ponsel era 2000-an yang menjadi ciri khas telepon seluler generasi awal.

Spesifikasi Teknis Bergaya Retro

Callback 8020 hadir dengan layar utama IPS berukuran 3,25 inci dan layar sekunder 1,77 inci di bagian luar perangkat.

Ponsel ini ditenagai chipset MediaTek Helio G81, dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB.

Commodore juga menyertakan kartu microSD 32 GB yang telah berisi koleksi musik bawaan, sementara kapasitas penyimpanan dapat diperluas hingga 256 GB.

Untuk fotografi, tersedia kamera belakang 48 MP lengkap dengan lampu kilat serta kamera depan dengan fitur autofocus.

Perangkat mendukung Wi-Fi, Bluetooth, GPS, dan pengisian daya melalui USB-C. Baterai berkapasitas 1.550 mAh serta panel penutup perangkat juga dapat diganti pengguna.

Harga dan Ketersediaan

Commodore Callback 8020 dijadwalkan mulai dipasarkan pada akhir 2026 dengan harga mulai dari US$500 atau sekitar Rp8,1 juta dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS.

Perangkat ini akan tersedia dalam pilihan warna Basic Beige, ProtoPET White, dan SX Silver.

Selain itu, Commodore juga menawarkan edisi transparan Starlight seharga US$550 atau sekitar Rp8,9 juta.

Tersedia pula edisi Founders berlapis emas PVD dengan tombol "C+" berlapis emas 24 karat yang dibanderol US$640 atau sekitar Rp10,4 juta.

>>> Teleskop James Webb Temukan Planet Raksasa Langka Beriklim Sedang

Pemesanan awal akan segera dibuka, sementara pengiriman kepada konsumen ditargetkan mulai kuartal keempat 2026.