Commodore, merek legendaris era 1980-an, kembali meramaikan industri teknologi dengan meluncurkan ponsel lipat unik bernama Commodore Callback 8020.

Berbeda dari smartphone modern, perangkat ini justru dirancang untuk membantu pengguna mengurangi ketergantungan pada internet. Commodore sengaja memblokir media sosial, browser, dan aplikasi kerja di sistem operasinya.

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick, Argentina Bungkam Aljazair 3-0

Langkah ini diambil untuk menekan kebiasaan doomscrolling atau menggulir media sosial secara berlebihan. Ponsel ini memosisikan diri di antara smartphone dan feature phone.

Filosofi dan Desain Retro

Desain fisik Callback 8020 mengadopsi model flip phone yang populer pada awal era 2000-an. Perangkat ini menjalankan Sailfish OS dari Jolla yang berbasis Android.

Meski tidak menggunakan layanan Google secara penuh, ponsel ini diklaim kompatibel dengan 99 persen aplikasi Android.

Layar sentuh dinonaktifkan secara bawaan, sehingga pengguna harus mengetik menggunakan tombol fisik dan metode T9.

Layar eksternal menggunakan tampilan merah khas kalkulator Commodore era 1970-an untuk menampilkan jam, tanggal, baterai, dan sinyal.

Sejumlah game klasik Commodore 64 juga dipasang dan sudah dikurasi agar tidak adiktif.

>>> Universal Rilis Trailer Shrek 5, Film Tayang Juni 2027

Spesifikasi Teknis

Callback 8020 memiliki layar utama 3,25 inci resolusi 480x640 piksel dan layar eksternal 1,77 inci. Dapur pacunya mengandalkan chipset MediaTek Helio G81 dengan RAM 4GB.

Memori internal 64GB bisa diperluas via microSD. Kamera belakang 48MP dengan sensor Sony dilengkapi autofocus dan flash.

Baterai 1.550 mAh dapat dilepas pasang.

Fitur konektivitas meliputi LTE, WiFi, Bluetooth, GPS, dan jack audio 3,5 mm. Commodore juga menyematkan tombol fisik untuk pengalaman mengetik ala ponsel zaman dulu.

Harga dan Ketersediaan

Pre-order Commodore Callback 8020 akan dibuka mulai 30 Juni 2026. Varian standar dibanderol USD499,99 atau sekitar Rp8 jutaan.

Varian Starlight Edition dijual USD549,99, sedangkan Founders Edition seharga USD640 dengan tombol berlapis emas 24 karat.

>>> Portugal Siap Hadapi Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Merek Commodore kini berada di bawah Commodore International Corporation (CIC) yang didirikan kreator Christian Simpson.