Commodore, merek teknologi legendaris, kembali meramaikan pasar ponsel dengan pendekatan yang tidak biasa.

Mereka memperkenalkan Callback 8020, sebuah ponsel lipat bergaya retro yang secara sengaja memblokir akses ke media sosial di tingkat sistem.

>>> Hindari Lima Kesalahan Rekam Konser Ini Memakai Galaxy S26 Ultra

Langkah ini diambil bukan untuk bersaing langsung dengan raksasa industri seperti Apple dan Samsung.

Perangkat ini dipromosikan sebagai solusi bagi pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap dunia digital dan kebiasaan doomscrolling.

Commodore bahkan menyebut perangkat ini sebagai "pelarian dari teknologi ala Black Mirror." Keunikan utama Callback 8020 terletak pada teknologi pemblokiran yang diklaim masih dalam proses pengajuan paten.

Sistem tersebut memungkinkan ponsel memblokir aplikasi media sosial, browser internet, dan klien email langsung dari tingkat sistem operasi.

Meski demikian, pengguna tetap dapat mengakses sejumlah aplikasi penting seperti WhatsApp, Maps, dan Spotify.

Ponsel ini menjalankan Sailfish OS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan oleh perusahaan Finlandia, Jolla, yang didirikan mantan tim Nokia.

Menurut Commodore, sistem operasi tersebut menawarkan pengalaman yang bebas dari layanan Google sekaligus kompatibel dengan lebih dari 99% aplikasi Android melalui lapisan kompatibilitas khusus.

Mereka juga mendukung pemasangan aplikasi dari sumber eksternal atau sideloading. Namun, perusahaan tetap memblokir aplikasi yang dianggap mendorong kebiasaan konsumsi konten tanpa henti di media sosial.

Bahkan jika pengguna berhasil memasang aplikasi yang diblokir, akses ke server aplikasi tersebut tetap akan ditutup melalui sistem penyaringan DNS perangkat.

Fokus pada Privasi Pengguna dan Fitur Komunikasi

Selain membatasi akses media sosial, Commodore menekankan aspek privasi sebagai salah satu nilai jual utama perangkat ini.