Institute for Essential Services Reform (IESR) mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebagai langkah cepat jangka menengah untuk mengurangi beban listrik negara.

CEO IESR Fabby Tumiwa menilai akselerasi ini penting karena pembangunan PLTS Atap dapat langsung dilakukan oleh konsumen listrik.

>>> IHSG Diprediksi Menguat pada Rabu, Didukung Sentimen Global dan Rupiah

Namun, penerapan solusi dalam enam bulan ke depan masih menghadapi kendala regulasi domestik.

Hambatan utama adalah pembatasan kuota yang diatur dalam Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap.

IESR berharap pemerintah memberikan relaksasi regulasi untuk meningkatkan minat konsumen, terutama di sektor industri dan komersial.

"Didorong juga untuk pelanggan listrik, misalnya skala industri dan komersial pasang PLTS Atap dengan baterai, itu sangat membantu mengurangi tekanan pada PLN," ujar Fabby Tumiwa.

Kebijakan pelonggaran aturan dinilai sejalan dengan program pembangunan 100 GW PLTS yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada awal Maret 2026.

Selain aspek regulasi, masyarakat juga diimbau melakukan penghematan energi secara mandiri.

>>> Pemerintah Ceará dan Sebrae/CE Perkuat Integrasi Tata Kelola dan Iklim Usaha

"Tujuan pemadaman listrik adalah load curtailment, mengurangi beban. Kita bisa membantu dengan hemat energi," kata Fabby.

Bagi masyarakat yang mampu, investasi mandiri PLTS Atap sangat disarankan. Penggunaan baterai diklaim dapat meminimalisasi dampak pemadaman listrik PLN.

Aturan kuota sistem PLTS Atap PLN periode 2024-2028 ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Nomor 279. K/TL.

03/DJL. 2/2024 dengan sistem clustering.

Kuota bersifat dinamis dan dapat diubah sewaktu-waktu oleh Dirjen Ketenagalistrikan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kuota nasional dinaikkan bertahap dari 901 MW pada 2024, 1.004 MW pada 2025, 1.065 MW pada 2026, 1.183 MW pada 2027, hingga 1.593 MW pada 2028.

>>> PT Merdeka Battery Materials Usulkan Dua Nama Baru untuk Direksi

Realisasi kapasitas terpasang hingga Juni 2025 mencapai 538 MWp dengan total 10.882 pelanggan.