Institute for Essential Service Reform (IESR) menilai pemadaman listrik di sejumlah wilayah Pulau Jawa seharusnya dapat diantisipasi oleh PT PLN (Persero).

Menurut CEO IESR Fabby Tumiwa, PLN memiliki ketersediaan cadangan daya atau reserve margin sebesar 30% yang seharusnya menjamin keamanan pasokan.

>>> Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata saat HUT ke-499 Jakarta

Gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak mudah berkembang menjadi pemadaman luas, kecuali PLN sengaja melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik.

"Seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya, sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai.

Di sistem kelistrikan PLN, ketentuan reserve margin mencapai 30% harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit," kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Fabby mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan meluas.

"Hasil investigasi ini harus disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas," tegas dia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM buka suara terkait pemadaman listrik bergilir di Jawa Barat hingga Jawa Tengah sejak Rabu (10/6/2026).

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan terus berkoordinasi dengan PLN agar gangguan segera teratasi.

Tri enggan mengonfirmasi apakah penyebab pemadaman terkait gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 atau faktor lainnya.

>>> Kebakaran Bukit Sempana Meluas hingga 116 Hektare, Puluhan Pendaki Dievakuasi

"Kami terus melakukan koordinasi untuk memastikan agar gangguan segera teratasi," kata Tri kepada Bloomberg Technoz, Kamis (11/6/2026).

Sejumlah warganet melaporkan pemadaman di berbagai wilayah. Akun X Lotucies mengeluhkan pemadaman di Sawangan, Depok yang sudah memasuki hari ketiga.