IESR Pertanyakan Penjelasan Gangguan Sistem Kelistrikan di Jawa
Institute for Essential Services Reform (IESR) mempertanyakan penjelasan resmi mengenai gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa.
Menurut IESR, gangguan pada satu elemen jaringan dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) seharusnya tidak berujung pada pemadaman luas.
>>> Marc Marquez Juarai MotoGP Hungaria 2026 Usai Operasi Bahu
Ketentuan reserve margin sebesar 30% dinilai seharusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit bagi PLN.
IESR mendorong Kementerian ESDM selaku regulator untuk melakukan investigasi menyeluruh guna memahami penyebab, faktor pemicu, dan kelemahan sistem.
CEO IESR, Fabby Tumiwa, menduga pemadaman bergilir dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU.
Kondisi tersebut membuat Hari Operasi Pembangkit (HOP) berada di bawah batas aman akibat keterlambatan pengiriman pasokan batu bara.
"Keterlambatan pengiriman batu bara ke PLTU yang membuat HOP kritis salah satunya disebabkan oleh tertundanya pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Menteri ESDM," ujar Fabby dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Menurut Fabby, hal ini menjadi indikator ketidakmampuan regulator dalam memastikan keandalan sistem operasional listrik nasional.
Ia menekankan bahwa pemadaman listrik selama tiga hari terakhir telah merugikan konsumen secara finansial, dan nilai ganti rugi seringkali tidak sebanding dengan biaya kerugian.
Masyarakat memerlukan penjelasan yang transparan mengenai kondisi keandalan pasokan listrik dari kementerian dan operator.
>>> Terminal Kijing Mulai Layani Bongkar Peti Kemas Perdana
"Investigasi menyeluruh bisa menjawab pemicu dan penyebab utama pemadaman.
Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab pemadaman listrik, antara lain minimnya cadangan daya, gangguan pasokan bahan bakar, jadwal perawatan pembangkit yang tidak sinkron, hingga gangguan transmisi," jelasnya.
Update Terbaru
PTBA Setujui Dividen Rp 1,3 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Prabowo Setujui Rencana Energi Bersih Jusuf Kalla Senilai Rp70 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Imigrasi AS Tolak Masuk Wasit Somalia untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
BCA Siapkan Dana Buyback Saham Maksimal Rp 5 Triliun
Kamis / 11-06-2026, 17:56 WIB
Abdul Halim Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Berikut Kronologi Kematian Mantan Kades Sekapuk Gresik
Kamis / 11-06-2026, 17:55 WIB
Bank Sentral Asia Perketat Pengawasan Valas Hadapi Tekanan Global
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
IHSG 9 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 5.896
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemadaman Listrik Ganggu Produksi Konveksi Kecil di Pulau Jawa
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Pemerintah Kirim 200 Pemuda Desa ke Jepang untuk Belajar dan Tingkatkan Keterampilan
Kamis / 11-06-2026, 17:52 WIB
Poco F8 Siap Guncang Pasar Ponsel Gaming Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Kalla Group Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Energi Nasional
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Jusuf Kalla dan Prabowo Bahas Ketahanan Energi untuk Target Ekonomi 8 Persen
Kamis / 11-06-2026, 17:51 WIB
Trump Bahas Opsi Nuklir untuk Iran, Laporan Hersh
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB
XLSmart Luncurkan Esta Ecosystem untuk Perkuat Pasar Korporasi
Kamis / 11-06-2026, 17:49 WIB






