Terminal Kijing di Kalimantan Barat resmi melayani kegiatan bongkar peti kemas untuk pertama kalinya pada Rabu (10/6/2026).

Aktivitas ini menandai babak baru bagi proyek strategis nasional yang telah diresmikan sejak Agustus 2022.

>>> System Shift: Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia ala Prof. Raymond

Sinergi anak usaha Pelindo Group, yaitu PTP Nonpetikemas dan PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), menjadi penggerak utama pelayanan perdana ini.

Kapal TB Megah 1611/TK MMSS 2711 milik PT Pulau Laut Line yang melayari rute internasional dan domestik berhasil membongkar 70 peti kemas kosong.

Penyediaan layanan baru ini melengkapi operasional terminal yang sebelumnya telah melayani komoditas curah cair, curah kering, dan general cargo.

Kinerja operasional pelabuhan juga terus tumbuh positif seiring dengan pengembangan fasilitas tersebut.

Pada kuartal I/2026, Terminal Kijing mencatat total throughput sebesar 1,5 juta ton.

Sebanyak 845.000 ton di antaranya disumbang oleh komoditas curah kering, sementara curah cair berkontribusi sebesar 662.000 ton.

Realisasi volume curah kering berhasil mencapai 223 persen dari target yang ditetapkan.

Di sisi lain, capaian komoditas curah cair menyentuh angka 168 persen dan layanan bag cargo berada pada posisi 93 persen dari target.

Pihak manajemen berkomitmen untuk terus mengoptimalkan infrastruktur modern pelabuhan demi mendukung roda perekonomian wilayah sekitar.

>>> Timnas Kriket Putri Indonesia Lolos ke Semifinal ACC Women's Premier Cup 2026

Berbagai pemangku kepentingan akan terus dilibatkan dalam peningkatan standar pelayanan logistik ini.

"Sebagai salah satu operator Terminal Kijing, kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder dan pengguna jasa guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Indra Hidayat Sani, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas).