Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri Indonesia pada April 2026 mencapai 439,8 miliar dolar AS.

Angka ini tumbuh 1,9 persen secara tahunan, lebih cepat dibandingkan pertumbuhan Maret 2026 yang sebesar 1,0 persen.

>>> DPRA Desak Polisi Usut Penganiayaan Warga oleh Debt Collector

Nilai tersebut setara dengan Rp7.784,46 triliun menggunakan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS. Data ini dirilis dalam Statistik Utang Luar Negeri Indonesia edisi Juni 2026.

Utang Pemerintah Tumbuh 3,7 Persen

Utang luar negeri pemerintah pada April 2026 mencapai 216,4 miliar dolar AS.

Pertumbuhannya sebesar 3,7 persen secara tahunan, sedikit melambat dari 3,8 persen pada bulan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pergeseran angka sektor publik dipengaruhi oleh posisi pinjaman luar negeri yang tumbuh melambat.

Namun, aliran modal asing ke Surat Berharga Negara tetap mencatatkan surplus.

Mayoritas pinjaman pemerintah berjangka panjang dengan proporsi 99,99 persen.

Dana tersebut dialokasikan untuk sektor produktif dan pelayanan sosial, seperti jasa kesehatan dan kegiatan sosial (22 persen), administrasi pemerintah dan pertahanan (20,5 persen), serta jasa pendidikan (16,2 persen).

>>> Real Madrid dan Manchester United Bersaing Rekrut Mateus Fernandes

Utang Swasta Masih Terkontraksi

Total utang luar negeri swasta pada April 2026 tercatat 193,2 miliar dolar AS. Angka ini mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen secara tahunan.

Penurunan ini mencerminkan sikap pelaku usaha yang menahan diri untuk ekspansi di tengah ketidakpastian global.

Sektor penopang utama ULN swasta meliputi industri pengolahan, jasa keuangan, asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dengan kontribusi 79,6 persen.

Bank Indonesia menilai rasio utang luar negeri terhadap Produk Domestik Bruto masih aman di level 29,6 persen.

ULN jangka panjang mendominasi dengan pangsa 84,5 persen.

Pengamat ekonomi, Mohammad Faisal dari Center of Reform on Economics Indonesia, menilai penurunan utang swasta mengindikasikan tekanan terhadap ekonomi.

Pemerintah terpaksa mengandalkan pembiayaan eksternal untuk menggerakkan roda perekonomian.

>>> Pemerintah Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara untuk PLN Atasi Krisis Pasokan

Bank Indonesia menyatakan akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas.