Langkah efisiensi tersebut diproyeksikan dapat mempengaruhi keputusan lembaga pemeringkat kredit dalam waktu dekat.

>>> Presiden Prabowo Lantik Liliek Prisbawono Adi sebagai Hakim MK

"Namun jika itu terjadi dan pemerintah konsisten menjaga disiplin fiskal, dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar domestik," kata Hans.

Asing Masih Wait and See

Associate Director Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut penguatan IHSG belakangan ini lebih banyak didorong sentimen eksternal dibandingkan perbaikan fundamental dalam negeri.

Investor asing tercatat masih melakukan penjualan bersih secara akumulatif sepanjang tahun berjalan sebesar Rp 67,34 triliun.

"Meski IHSG menguat, asing masih net sell karena mereka belum melihat alasan yang cukup kuat untuk kembali mencatatkan inflow ke Indonesia," ujar Nico Demus.

Nico menjelaskan bahwa pelaku pasar asing saat ini masih menunggu kepastian perbaikan dari sisi kebijakan domestik.

Fokus utama investor tertuju pada disiplin fiskal dan keberlanjutan berbagai program pemerintah yang menjadi perhatian lembaga internasional.

"Apabila Indonesia tidak segera melakukan perbaikan, investor asing bisa saja lebih memilih Vietnam yang dinilai menawarkan stabilitas dan prospek pertumbuhan yang lebih menarik," ujar Nico.

Kondisi persaingan di kawasan Asia Tenggara diprediksi akan semakin ketat dalam waktu dekat.

Vietnam dijadwalkan akan resmi masuk ke dalam kelompok negara berkembang pada September mendatang.

Keputusan S&P Jadi Penentu

Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan S&P Global Ratings yang dijadwalkan pada 18 Juni mendatang terkait potensi perubahan peringkat kredit Indonesia.

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai keputusan tersebut menjadi penentu arah pasar keuangan domestik.

"Jika S&P hanya mempertahankan rating dan outlook Indonesia, pasar berpotensi melihatnya sebagai kabar baik karena menghilangkan sebagian ketidakpastian," ujar Budi Frensidy.

Budi berpendapat skenario bertahannya peringkat tersebut dapat membuka ruang bagi kelanjutan pemulihan IHSG.

Sebaliknya, penurunan peringkat akan berdampak negatif pada pasar keuangan nasional.

>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Luna Ultra dengan Dua Lensa Leica di Indonesia

"Langkah tersebut dapat menekan rupiah dan obligasi, serta membuat sebagian investor asing menunda atau mengurangi eksposurnya ke Indonesia," kata Budi.