Pemeriksaan menyeluruh juga mencakup pemantauan stabilitas jumlah pengungsi di tenda darurat. Abdul Muhari menambahkan informasi terkait proses tersebut.

"Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung," ujar Muhari.

Kondisi fasilitas kesehatan pascagempa dilaporkan berangsur membaik seiring menurunnya intensitas guncangan susulan.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengonfirmasi salah satu titik lokasi kerusakan material.

"Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi," ujar Rahayu.

BMKG juga menegaskan bahwa hasil pemantauan stasiun pasang surut di wilayah pesisir sekitar pusat gempa menunjukkan kondisi perairan yang aman.

>>> Kemenkeu Optimalkan 966 Barang Milik Negara untuk Program Prioritas

Kepala BMKG Wijayanto memaparkan data monitoring muka air laut di kawasan pantai.

"Kita juga memantau beberapa stasiun pasang surut yang berada di sekitar wilayah sumber gempa.

Pertama di wilayah Parigi kita tidak mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di Poso," kata Kepala BMKG Wijayanto.

Fluktuasi kecil yang tercatat pada alat deteksi pelabuhan dipastikan tidak memicu ancaman gelombang laut besar. Wijayanto menguraikan hasil rekaman sensor di area pelabuhan.

"Cuma ada sedikit di Pelabuhan Pantoloan ada sedikit kenaikan sekitar 7,5 centimeter. Jadi sangat sekecil sekali.

Jadi kita pastikan bahwa ini bukan gelombang yang berbahaya," ujar Wijayanto.

Upaya pemantauan pascagejala tektonik ini terus dijalankan guna mengantisipasi penurunan tingkat frekuensi gempa susulan. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan proyeksi aktivitas seismik ke depan.

"Harapannya, ke depan frekuensi aftershock akan semakin sedikit dan melemah kekuatannya," ujar Wijayanto dalam keterangan.