Pemerintah daerah bersama instansi penyelamat bergerak mendirikan infrastruktur darurat di area rumah sakit demi menjamin keselamatan pasien. Kepala Kantor SAR Kansar Palu Muh Rizal menjelaskan peruntukan fasilitas tersebut.

"Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kondisi mendesak, sekaligus langkah mitigasi oleh pemerintah," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas Muh Rizal di Palu, Selasa.

Berdasarkan hasil pemantauan awal dari tim reaksi cepat, tidak ditemukan adanya dampak kerusakan struktural masif yang mengancam keselamatan umum di Kota Palu.

Muh Rizal mengonfirmasi laporan dari peninjauan lapangan tersebut.

"Belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa itu. Pendataan warga terdampak gempa terus dilakukan oleh tim reaksi cepat (TRC)," ujarnya.

Basarnas mengimbau publik untuk bersikap selektif dalam menerima informasi yang beredar di ekosistem digital demi mencegah kepanikan massal.

Muh Rizal memberikan peringatan terkait penyebaran berita di ruang publik.

"Kami meminta masyarakat tidak panik dan selalu memperbaharui informasi dari pemerintah. Kami juga meminta masyarakat menyaring informasi di media sosial supaya tidak terjebak hoaks," ucap Rizal.

Penanganan kedaruratan di wilayah administrasi lainnya juga diimbau tetap mengedepankan akurasi pemutakhiran data secara berkala.

Pelaksana tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai mengonfirmasi pergerakan personel tim reaksi cepat.

"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Rivai di Parigi, Selasa (16/6/2026) dikutip dari Antara.

Hingga saat ini, monitoring berkala terhadap korban jiwa dan sarana prasarana publik di wilayah Parigi Moutong dipastikan nihil.

Moh Rivai menegaskan komitmen penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak.

"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.