Rinciannya, dua orang mengalami luka berat berupa patah tulang serta benturan kepala di Desa Kamarora, dan enam lainnya luka ringan.

Aparat kepolisian dari Polres Sigi bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah langsung dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat dan pengamanan lingkungan.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gempa susulan setelah mencatat terjadinya 13 hingga 20 kali aktivitas aftershock hingga Selasa siang.

Masyarakat diminta untuk mengantisipasi potensi keruntuhan fisik dengan menjauhi bangunan yang retak. BMKG memperingatkan warga melalui pesan tertulis resmi.

"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG, Selasa (16/6/2026).

Data mengenai dampak kerusakan fisik dan korban luka akibat bencana ini dipastikan masih terus diperbarui oleh petugas.

Kasi Humas Polres Sigi Iptu Nuim Hayat menjelaskan bahwa tim gabungan di lapangan masih terus melakukan proses verifikasi data faktual.

"Data yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan terus berkembang seiring proses pendataan di lapangan.

Polres Sigi tetap berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Sigi dan instansi terkait lainnya untuk memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai dampak gempa," ujar Iptu Nuim.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan proses verifikasi lapangan terus diintensifkan untuk memantau situasi pengungsian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi status pendataan tersebut.

"Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," kata Muhari.