Pembiayaan Cicil Emas BSN Melonjak Rp 140 Miliar, Tumbuh 4.000 Persen
PT Bank Syariah Nasional (BSN) membukukan lonjakan outstanding pembiayaan emas sebesar Rp 140 miliar hingga akhir Mei 2026.
Angka ini melesat sekitar 4.000 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 3,5 miliar.
>>> Wakil Asia Tampil Gemilang pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengonfirmasi tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi emas. Namun, ia mengakui adanya perlambatan pertumbuhan pada kuartal II-2026.
"Memang tren pertumbuhan mulai melandai sejak kuartal II. Namun, kami terus melakukan berbagai inisiatif dan terobosan dengan meluncurkan program-program BSN Cicil Emas yang menarik.
Produk cicil emas tetap menjadi salah satu produk champion BSN," ujar Mochamad Yut Penta.
Strategi Pengembangan Ekosistem
Ke depan, BSN akan memprioritaskan penguatan ekosistem untuk menopang pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan. Pendekatan berbasis ekosistem dinilai efektif memperluas jangkauan nasabah dan meningkatkan penetrasi pasar.
Manajemen BSN juga terus memonitor faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi laju pembiayaan.
>>> Kesepakatan AS-Iran Picu Reli Saham Emerging Market, IHSG Ikut Terangkat
Faktor tersebut meliputi pergerakan harga emas global, fluktuasi nilai tukar rupiah, arah suku bunga, daya beli masyarakat, dan kompetisi antar-pelaku industri.
"Kami terus memonitor berbagai faktor eksternal tersebut karena dapat memengaruhi minat masyarakat dalam berinvestasi emas maupun kemampuan pembiayaan nasabah," jelas Mochamad Yut Penta.
BSN optimistis ruang pertumbuhan produk cicil emas masih terbuka lebar.
Perusahaan menargetkan outstanding pembiayaan produk ini mencapai Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar pada akhir tahun 2026.
Produk cicil emas diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan pembiayaan ritel syariah BSN tahun ini.
>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir Lima Persen ke Level Terendah Tiga Bulan
Hal ini didorong oleh tingginya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Update Terbaru
Enam Hari Besar Diperingati Global Setiap 14 April
Selasa / 16-06-2026, 21:37 WIB
Sarah Sechan Soroti Bahaya Peredaran Narkoba yang Menyasar Anak
Selasa / 16-06-2026, 21:37 WIB
4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 16 April, dari Kopassus hingga Gajah
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Reza Arya Pratama Pamit dari PSM Makassar Setelah Sepuluh Tahun
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Laba Bersih BCA Melambat, Hanya Tumbuh 2,07% Hingga Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Pertamina Hulu Energi Raup Laba Bersih USD 2,175 Miliar Sepanjang 2025
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Trump Umumkan Kesepakatan Awal Damai dengan Iran, Selat Hormuz Segera Dibuka
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Pemerintah Optimistis Redanya Konflik AS-Iran Longgarkan Ruang Fiskal APBN
Selasa / 16-06-2026, 21:36 WIB
Menteri Haji Wacanakan Skema War Tiket Hati untuk Atasi Antrean Panjang
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
UNESCO Tetapkan Tema Hari Seni Sedunia 2026: A Garden of Expression
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Mako Bakery Promo Dry Cake Mulai Rp 41.000, Berlaku 9-14 Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengonsumsi Melatonin untuk Masalah Tidur?
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Sharp Rilis AQUOS R11 dengan Kamera Leica dan Fitur Relaksasi
Selasa / 16-06-2026, 21:35 WIB
Timnas Irak Hadapi Norwegia di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:34 WIB






