Kemenag membidik penyelesaian standardisasi kosa isyarat keislaman pada tahun ini.

Program ini diharapkan dapat melengkapi literasi keagamaan bagi sahabat Tuli secara utuh.

>>> SKB 3 Menteri Tetapkan 2 Hari Libur Nasional April 2026

Penyusunan KOSMIN menjadi bagian dari pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyandang Disabilitas.

Hak keagamaan bagi penyandang disabilitas diatur dalam Pasal 14 regulasi tersebut yang mencakup lima poin.

Hak-hak itu meliputi kebebasan memeluk dan mengamalkan ajaran agama sesuai keyakinan.

Selain itu, terdapat hak memperoleh akses ke rumah ibadah, layanan keagamaan, kitab suci, serta kesempatan berperan aktif dalam organisasi.

Kemenag memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah untuk mengajak generasi muda, terutama Gen Z Muslim, melakukan aksi nyata yang positif dan inklusif.

Generasi muda diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan penggerak di masyarakat.

Peran generasi muda dinilai krusial agar tidak ada sekat pemisah bagi kelompok difabel dalam memperoleh pendidikan agama.

"Kami mengajak, terutama bagi generasi muda, Gen Z, untuk mengisi hari ini hingga hari-hari ke depan di tahun baru ini dengan berbagai macam kegiatan yang positif.

Ini akan menjadi bekal bagi adik-adik semua untuk menapaki kehidupan yang akan datang, yang tantangannya jauh lebih luar biasa daripada masa muda kita dulu," ajak Dirjen Bimas Islam.

"Saya titip dua pesan saja kepada anak-anakku yang nanti akan melanjutkan perjuangan memajukan Indonesia: pertama, selalu laksanakan salat; yang kedua, sempatkan untuk mengaji Al-Qur'an," tambah Abu Rokhmad.

Prosesi simbolik bersama komunitas Tuli Muslim se-Indonesia menutup gelaran Kick-Off KOSMIN.

Menteri Agama bersama jajaran pejabat eselon I, staf khusus, dan peserta melakukan tepuk tangan isyarat di atas panggung.

Gerakan tangan tersebut menjadi lambang komitmen Kemenag dalam menghadirkan program yang adil, afirmatif, dan ramah disabilitas.

>>> Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris

Kemenag berharap KOSMIN menjadi fondasi utama dalam memperkuat akses keagamaan bagi sahabat Tuli di Indonesia.