Semoga kami bisa tumbuh dalam turnamen dan melihat sejauh mana kami bisa melangkah," tuturnya.

Saat diwawancarai di markas latihan Brighton sebelum bergabung dengan tim nasional, De Cuyper menyatakan rasa bangganya bisa bermain bersama para bintang senior tersebut.

"Saya berusia 17 atau 18 tahun ketika melihat mereka bermain melawan Brasil," kenangnya.

Ia juga memuji keramahan para pemain senior yang membuat proses adaptasi para pemain muda berjalan sangat mudah.

"Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk bermain bersama mereka di Piala Dunia," cetusnya.

Pemain berusia 25 tahun tersebut tercatat lebih sering menjadi pilihan utama di tim nasional dibandingkan di level klub sejak kepindahannya dari Brugge senilai 17,3 juta poundsterling musim panas lalu.

"Saya terkejut betapa mudahnya, karena mereka bukan hanya pemain bagus tetapi juga orang-orang baik sehingga Anda merasa nyaman dan itu membuat mudah bermain dengan mereka," ucapnya.

De Cuyper hanya menjadi starter dalam 17 dari 38 pertandingan Liga Primer musim 2025-2026 karena persaingan dengan Ferdi Kadioglu.

Namun, ia tampil dalam 11 dari 13 laga di bawah Garcia.

"Sejak hari pertama saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya (Garcia)," tuturnya.

>>> Jerman dan Swedia Pimpin Klasemen Piala Dunia 2026

Ia mengapresiasi kejujuran serta upaya keras sang pelatih dalam menyatukan seluruh elemen tim dalam waktu berkumpul yang sangat singkat.

"Kami sangat jujur satu sama lain dan dia benar-benar berusaha menyatukan kelompok. Itu tidak mudah, karena kami hanya (biasanya) memiliki satu minggu setiap kali bertemu," katanya.

Pemain bertahan ini juga mengakui bahwa dirinya terus bekerja keras bersama staf teknis untuk memperbaiki performa bertahannya yang dinilai masih perlu ditingkatkan.