Bek Brighton & Hove Albion, Maxim De Cuyper, meyakini bahwa hilangnya status sebagai tim unggulan bisa menjadi keuntungan bagi tim nasional Belgia di Piala Dunia 2026.

Menurut laporan nytimes.

>>> Zion Suzuki Siap Kawal Gawang Timnas Jepang di Piala Dunia 2026

com pada Minggu (14/6), generasi baru Belgia saat ini tengah menjalani masa transisi di bawah pelatih Rudi Garcia.

Era generasi emas yang selalu dibebani ekspektasi tinggi kini telah berlalu.

Meski demikian, Garcia masih memanggil sejumlah pemain senior seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois.

Mereka pernah membawa Belgia meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Brasil di perempat final.

Langkah Belgia sempat terhenti secara mengejutkan pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu mereka hanya mencetak satu gol.

Untuk turnamen kali ini, rumah taruhan menempatkan Belgia sebagai tim luar dengan peluang 50-1.

"Jika Anda tidak lolos ke Piala Dunia pada 2010 dan pada 2018 Anda bermain di semifinal, wajar jika ekspektasi berubah.

Dan ekspektasi berubah lagi ketika ada generasi baru," kata De Cuyper.

De Cuyper menilai situasi tanpa tekanan ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi skuad muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen besar.

"Terkadang itu baik, terkadang tidak. Baik untuk mendorong Anda lebih jauh.

Saya bisa melihat kelebihan dan kekurangannya," ujarnya.

Kehadiran para pemain senior di dalam tim diakui memberikan rasa nyaman bagi De Cuyper. Ia dulu hanya bisa menyaksikan aksi mereka melalui layar kaca saat masih remaja.

"Bagi banyak pemain yang bermain bersama kami, mungkin bagus bahwa kami tidak memiliki terlalu banyak tekanan karena ini turnamen pertama.