Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan jumlah investor pasar modal hingga menembus angka 19,1 juta per Oktober 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh penambahan lebih dari 4,2 juta investor baru hingga 24 Oktober 2025.

>>> Hyperice Indonesia Resmikan Pusat Pemulihan Fisik Pertama di Jakarta

Angka tersebut menandai kenaikan sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan, total investor pasar modal Indonesia kini mencapai 19,1 juta, dengan 8 juta di antaranya merupakan investor saham.

Peningkatan minat masyarakat terhadap investasi pasar modal dibarengi dengan kenaikan harga saham yang tinggi serta lonjakan jumlah pelaku pasar secara tajam.

Kenaikan partisipasi juga terlihat pada sektor investor ritel yang mencatatkan rata-rata 222.000 investor aktif setiap harinya di pasar modal.

Kapitalisasi Pasar dan IHSG Cetak Rekor

Nilai kapitalisasi pasar melonjak 23 persen dari akhir tahun 2024 hingga mencapai Rp 15.234 triliun.

>>> Dokter Ungkap Penyebab Jantung Berdebar Kencang dan Waktu Tepat untuk Waspada

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.274,37 pada 23 Oktober 2025.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 16,46 triliun, tumbuh 28 persen dari tahun sebelumnya.

Sektor perdagangan non-saham seperti right, warrant, dan derivatif membukukan nilai transaksi Rp 4,48 triliun, sedangkan transaksi unit karbon mencapai Rp 27,9 miliar hingga Oktober 2025.

Saat ini terdapat 955 saham yang tercatat di BEI termasuk 23 emiten baru, di mana 5 di antaranya merupakan Lighthouse IPO dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun.

>>> IHSG Melonjak 302 Poin ke 6.309,7 pada Sesi I 15 Juni 2026

Secara keseluruhan, total dana yang berhasil dihimpun oleh pasar modal Indonesia sepanjang tahun ini telah mencapai Rp 202,6 triliun.