Palpitasi adalah kondisi ketika jantung terasa berdenyut hebat, bergetar, atau berdebar kencang. Meskipun sering menimbulkan kekhawatiran, sebagian besar kasus palpitasi tidak berbahaya.

Dokter spesialis jantung mengungkapkan berbagai faktor pemicu palpitasi. Mulai dari konsumsi kafein berlebih hingga gangguan psikis seperti stres dan kecemasan.

>>> IHSG Melonjak 302 Poin ke 6.309,7 pada Sesi I 15 Juni 2026

"Bisa karena konsumsi kopi, kafein yang berlebih, bisa karena faktor lain dari psikis juga bisa," kata dr Deddy kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, gangguan hormon tiroid juga dapat menyebabkan jantung berdebar lebih cepat. Peningkatan hormon tiroid memacu detak jantung, demikian pula rangsangan saraf simpatis yang tinggi.

Faktor Pemicu Lainnya

Dehidrasi, anemia, aktivitas olahraga, dan efek samping obat-obatan tertentu juga dapat memicu detak jantung cepat. Stres atau rasa cemas berlebih sebagai reaksi panik tubuh turut berperan.

>>> Spanyol Gagal Bongkar Pertahanan Cape Verde di Piala Dunia 2026

Konsumsi makanan pedas atau tinggi lemak berpotensi memicu palpitasi setelah makan. Posisi tidur miring juga dapat meningkatkan tekanan tubuh yang merangsang jantung berdebar.

Pada ibu hamil, peningkatan volume darah dan detak jantung secara alami dapat menyebabkan kondisi serupa.

>>> Pengikut Instagram Kiper Cape Verde Vozinha Melonjak 2,5 Juta Usai Tahan Imbang Spanyol

Namun, palpitasi yang disertai nyeri dada, pusing, atau pingsan perlu segera diperiksakan ke dokter.