Bea Cukai Pasang Sistem Pengawas Produksi Rokok Elektronik
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan akan mengintegrasikan sistem pengawas produksi hasil tembakau di setiap pabrik langsung ke kantor pusat.
Kebijakan ini diambil guna memperketat pengawasan sekaligus menekan potensi kehilangan penerimaan negara dari sektor cukai.
>>> BCA Tutup Cabang saat Libur Tahun Baru Islam, Layanan Digital Tetap Aktif
Uji coba penerapan teknologi penghitungan otomatis ini dijadwalkan berjalan pada pertengahan tahun ini.
Pelaksanaan penuh regulasi tersebut ditargetkan dapat berjalan menyeluruh di semua industri hasil tembakau pada periode berikutnya.
Tahap Awal Seratus Mesin
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menjelaskan bahwa tahap awal proyek percontohan ini akan menyasar seratus unit instrumen pengawasan di pabrik-pabrik.
Setelah fase komersialisasi parsial tersebut selesai, pemerintah mewajibkan seluruh produsen rokok mengadopsi sistem serupa.
"Dipasang untuk tahap awal mungkin sekitar 100 mesin dulu ya.
Nanti bertahap sampai dengan ke depannya kita akan mewajibkan untuk pabrik-pabrik rokok itu," ujar Djaka di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).
>>> 22 Februari: Hari Istiqlal, Hari Kepanduan Sedunia, dan Hari Berpikir Sedunia
Sistem digital ini dirancang untuk mendata volume produksi rokok secara otomatis dari lini pabrik secara langsung.
Mekanisme pengiriman data secara langsung ke pangkalan data dinilai meminimalkan manipulasi pelaporan keuangan dari industri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keakuratan pencatatan lewat sistem baru ini mampu meminimalkan celah pelanggaran administratif dan personifikasi.
Standardisasi pengawasan digital tersebut diharapkan menjaga kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan cukai nasional.
"Nanti perhitungan rokok di pabrik akan otomatis langsung masuk ke sini, ke Bea Cukai sehingga tidak ada kebocoran-kebocoran lagi, deteksinya cukup canggih.
>>> Sam van Raalte Soroti Dampak Politisasi Sepak Bola Indonesia
Termasuk salah peruntukan, salah personifikasi, itu bisa terdeteksi langsung dengan sistem baru," tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Update Terbaru
Buat Kartu Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H dengan 30 Prompt AI
Senin / 15-06-2026, 20:28 WIB
GAC Indonesia Perkenalkan Dua Mobil Listrik di Palembang Icon Mall
Senin / 15-06-2026, 20:28 WIB
Cara Menghitung Denda Keterlambatan BPJS Kesehatan 2026
Senin / 15-06-2026, 20:28 WIB
Romario Sebut 6 Negara Favorit Juara Piala Dunia 2026, Inggris Tak Termasuk
Senin / 15-06-2026, 20:24 WIB
Polres Bogor Terapkan One Way di Jalur Puncak saat Libur Tahun Baru Islam
Senin / 15-06-2026, 20:24 WIB
Subsidi BBM Sering Tidak Tepat Sasaran, Pengamat Soroti Transportasi Umum
Senin / 15-06-2026, 20:23 WIB
Aroma Tubuh Pasangan Bisa Tentukan Kelanjutan Hubungan Asmara
Senin / 15-06-2026, 20:21 WIB
Jerman Gasak Curacao 7-1, Rekor Kemenangan Terbesar Piala Dunia Belum Goyah
Senin / 15-06-2026, 20:21 WIB
Viral Selebgram Thailand Oplas Hidung demi Imbangi Suami Tampan
Senin / 15-06-2026, 20:20 WIB
Nothing Teken MoU dengan IIT Roorkee dan IISc untuk Dorong Inovasi Deep-Tech
Senin / 15-06-2026, 20:20 WIB
Jisung NCT Resmi Bergabung di Crash Season 2, Drama Sekuel yang Dinanti
Senin / 15-06-2026, 20:20 WIB
Vakum dari Dunia Malam Demi Keluarga, Izzky Alvaro Sukses Jadi Kreator Konten
Senin / 15-06-2026, 20:20 WIB
Okie Agustina Ingatkan Kiesha Alvaro Tak Andalkan Privilege Anak Pejabat
Senin / 15-06-2026, 20:20 WIB
Kiandra Ramadhipa Cetak Sejarah di Moto3 Junior World Championship Estoril
Senin / 15-06-2026, 20:19 WIB






