PT Sokonindo Automobile tetap melanjutkan investasi di pabrik Cikande, Banten, untuk mengembangkan fasilitas produksi kendaraan elektrifikasi. Langkah ini diambil di tengah persaingan industri otomotif nasional yang semakin ketat.

Keputusan perusahaan didasari keyakinan terhadap prospek jangka panjang pasar otomotif Indonesia.

>>> Daftar Harga HP Vivo Seri Y dan V Per 15 April 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Direktur Utama PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, menyatakan bahwa investasi sebesar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp2,1 triliun telah digelontorkan sejak 2017.

Meskipun belum ada pemasukan dari pabrik Cikande, perusahaan optimistis dapat terus berkembang. "Dengan keyakinan itu kita bisa lakukan," ujar Alexander Barus.

PT Sokonindo Automobile merupakan salah satu investor awal yang membangun basis manufaktur lokal di Indonesia.

Chief Operating Officer Franz Wang mengatakan bahwa setiap tahun perusahaan melakukan investasi dan upgrade.

Pada tahap awal, pabrik Cikande memproduksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) untuk kebutuhan domestik dan ekspor.

>>> Mahasiswa Stanford Walkout Saat CEO Google Sundar Pichai Berpidato

Namun, sejak 2022-2023, perusahaan memutuskan bertransformasi ke kendaraan energi baru (NEV) secara bertahap.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran model bertenaga listrik di bawah merek DFSK dan Seres.

Berdasarkan data GAIKINDO, DFSK mendistribusikan 832 unit sepanjang 2025, dengan pangsa pasar sekitar 0,1 persen.

Pada Januari hingga Mei 2026, penjualan DFSK mencapai 471 unit, mempertahankan kontribusi 0,1 persen terhadap total wholesales nasional.

>>> Siber Kian Mengancam, Kenali 4 Kebiasaan Buruk Pengguna Browser

Perusahaan tetap berkomitmen mengembangkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.