CEO Google Sundar Pichai menghadapi aksi walkout massal saat menyampaikan pidato kelulusan di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Lebih dari 100 lulusan serentak berdiri dan meninggalkan ruangan begitu Pichai memulai pidatonya. Aksi ini diiringi sorakan "free, free, Palestine" dan "Shame on you".

>>> Siber Kian Mengancam, Kenali 4 Kebiasaan Buruk Pengguna Browser

Protes tersebut dipicu oleh keterlibatan Google dengan pemerintah dan militer Israel, bukan terkait kontroversi kecerdasan buatan (AI).

Dua Isu Utama Pemicu Protes

Mahasiswa menolak Proyek Nimbus, kontrak senilai USD 1,2 miliar antara Google dan Amazon dengan militer serta pemerintah Israel.

Proyek ini menyediakan layanan komputasi awan dan teknologi AI tingkat lanjut.

Isu kedua adalah kerja sama Google dengan Badan Penegakan Bea Cukai dan Imigrasi AS (ICE). Sejumlah wisudawan membentangkan spanduk protes terkait hal ini.

>>> Gugat Netflix, Tyra Banks Mengaku Alami Tekanan Mental Akibat Penggambaran di Docuseries

Sebelumnya pada Februari, 900 staf Google mendesak transparansi perusahaan karena khawatir teknologi mereka memfasilitasi tindakan keras terhadap imigran.

Aksi walkout ini menambah daftar panjang protes mahasiswa terhadap petinggi teknologi.

Mantan CEO Google Eric Schmidt juga diprotes saat berbicara di Universitas Arizona terkait pandangannya soal AI dan rumor kedekatannya dengan Jeffrey Epstein.

Pichai tetap melanjutkan pidatonya di tengah riuh aksi penolakan.

>>> DJP Ajukan Pagu Indikatif Rp 5,40 Triliun untuk Anggaran 2027

Peristiwa ini menunjukkan generasi lulusan saat ini semakin kritis dan tidak segan menuntut pertanggungjawaban etis dari pemimpin industri global.