Presiden Prabowo Subianto mengajak Pemerintah Jerman untuk meningkatkan kerja sama strategis dalam berbagai proyek prioritas nasional.

Ajakan itu disampaikan saat menerima kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama Ibu Negara Elke Büdenbender di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

>>> IHSG Sesi I Melonjak 5,03% ke Level 6.309,7, Dipicu Sentimen Damai AS-Iran

Sejumlah program strategis yang ditawarkan mencakup sektor hilirisasi industri, pengembangan kendaraan listrik (EV), industri semikonduktor, hingga pengelolaan mineral kritis serta tanah jarang.

Prabowo mengatakan peluang kolaborasi ini dibuka lebar karena sektor-sektor tersebut dinilai mempunyai nilai tambah tinggi bagi kedua negara.

"Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas di sektor yang penting ini di Indonesia," kata Prabowo.

Dorong UMKM dan Perdagangan

Selain investasi industri, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut didorong lewat apresiasi terhadap program Partnering in Business with Germany.

>>> Mengungkap Sejarah Hari Valentine yang Identik dengan Kasih Sayang

Hubungan ekonomi akan dipererat kembali melalui penyelenggaraan forum Joint Economic and Investment Committee (JEIC) kedua yang dijadwalkan bertempat di Indonesia pada tahun ini.

"Indonesia juga akan menjadi tuan rumah di Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini," lanjut Prabowo.

Peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga disepakati lewat penandatanganan Letter of Intent tentang Global Skills Partnership di bidang keperawatan untuk membuka pasar kerja internasional.

Kesepakatan kemitraan bilateral ini mencakup pula sektor transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, hingga perluasan kesempatan kerja bagi tenaga kerja terampil Indonesia di Jerman.

>>> Bank Mandiri Perbarui Kopra Mobile dengan Fitur Baru untuk Transaksi Bisnis

"Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," tegas Prabowo.