"Penurunan harga tetap akan dipengaruhi oleh dinamika kebijakan produksi OPEC yang cenderung disiplin dalam menjaga stabilitas pasar," kata Wahyu.

Pada perdagangan di Singapura, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus terpantau melemah 4,7 persen ke level 83,23 dolar AS per barel setelah sempat menyentuh rekor terendah dalam kurun tiga bulan terakhir.

>>> MDP Tolak Rinci Tuntutan Jaksa dalam Kasus Dokter Ratna Setia Asih

Sejalan dengan Brent, varian WTI kontrak Juli juga terkoreksi 5,5 persen menjadi 80,23 dolar AS per barel.

Pergerakan ini merupakan respons langsung setelah Amerika Serikat dan Iran secara resmi menyepakati perjanjian perdamaian untuk mengakhiri konflik pada Minggu (14/6/2026).

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera beroperasi normal kembali setelah prosesi penandatanganan dokumen perjanjian yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," kata Trump melalui Truth Social, Senin (15/6/2026).

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"

kata Trump.

Trump mengklaim kesepakatan damai ini akan membawa perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan.

Kondisi pasar energi sebelumnya sempat tertekan sejak perang pecah pada akhir Februari, sewaktu pasukan militer gabungan AS dan Israel meluncurkan serangan ke Iran guna meredam program nuklir negara tersebut.

Pemerintah Iran kemudian merespons langkah tersebut dengan menggelar operasi militer di wilayah Teluk Persia serta memblokade jalur Selat Hormuz, yang merupakan rute bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Sebagai langkah balasan terpisah, armada angkatan laut AS juga menerapkan pemblokiran penuh terhadap seluruh kapal dagang maupun tanker yang memiliki keterkaitan dengan pihak Iran.

Koreksi harga yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini didorong oleh munculnya sinyal diplomasi yang kuat antara Washington dan Teheran, ditambah indikasi berjalannya kembali sebagian pengiriman logistik.

Langkah taktis negara-negara maju yang menguras cadangan minyak darurat mereka, dikombinasikan dengan kebijakan pembatasan volume impor dari negara konsumen besar seperti China, turut mempercepat normalisasi harga minyak dunia.

>>> Tips Memeriksa Mesin Peugeot 405 Bekas agar Tidak Salah Beli

Kendati menjadi sentimen positif bagi industri pelayaran dan negara produsen di Teluk Persia, pemulihan total arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih menghadapi kendala teknis berupa pembersihan ranjau laut dan kepastian kontrol regulasi dari Teheran.