Peugeot 405 tetap menjadi pilihan menarik di pasar mobil bekas Indonesia. Karakter berkendara nyaman khas Perancis dan harga terjangkau menjadi daya tarik utama.

Namun, usia kendaraan menuntut inspeksi mendalam sebelum membeli. Pemilik EngineBlock Autoworks, Hadi Taruna, mengatakan konstruksi mesin mobil ini tergolong sederhana dibandingkan kendaraan modern.

>>> Keluarga Peserta BTN Jakim 2026 Soroti Respons Panitia dan Asuransi Usai Insiden di Lintasan

"Kalau untuk 405 sebenarnya cukup simpel, karena sistemnya masih injeksi elektronik saja.

Mesinnya juga masih banyak menggunakan mekanis, jadi belum terlalu kompleks dari sisi elektronik," kata Hadi kepada Kompas. com.

Periksa Sistem Pendingin dan Kepala Silinder

Langkah awal pengecekan diarahkan pada kesehatan mesin dan sistem pendingin. Hadi menekankan pentingnya meneliti jalur kelistrikan pada komponen kipas pendingin.

"Kalau membeli 405, yang perlu dilihat itu kondisi sistem kelistrikan cooling fan, apakah sudah pernah dijumper atau belum.

Lalu periksa juga kondisi mesin dan temperatur kerjanya," ujarnya.

Masalah pada sistem pendinginan dapat memicu lonjakan suhu mesin. Hal ini mempercepat kerusakan pada komponen pendukung lainnya.

Perhatian khusus diberikan pada varian Peugeot 405 STI. Bagian kepala silinder menjadi titik rawan degradasi.

"Khusus untuk 405 STI, banyak unit yang sekarang mengalami masalah pada bagian head. Umumnya sudah mulai keropos," kata Hadi.

Kerusakan ini biasanya ditangani dengan perataan atau penyisipan komponen. Efek sampingnya, ukuran kepala silinder menipis dan mesin lebih cepat panas.

"Akibatnya, ada yang dilakukan penyisipan atau perataan sehingga bagian head menjadi lebih tipis dan berpotensi membuat mesin lebih mudah panas," ujarnya.

>>> Pedagang Tinggalkan Pasar Padurenan Baru Bekasi karena Kalah Bersaing