Harga minyak dunia anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (15/6/2026).

Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

>>> Kemenag Tetapkan Jadwal Hari Asyura dan Puasa Tasua 2026

Berdasarkan data Reuters, harga minyak mentah Brent merosot 3,58 dolar AS atau 4,10 persen ke angka 83,75 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,01 dolar AS atau 4,72 persen menjadi 80,87 dolar AS per barel.

Pengumuman damai tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran mencapai perjanjian awal.

Perdana Menteri Pakistan yang bertindak sebagai mediator menyatakan nota kesepahaman akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.

Presiden Trump menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya. Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran juga akan diakhiri.

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan bahwa rancangan kesepakatan mengatur pembukaan kembali jalur pelayaran dalam waktu 30 hari di bawah pengaturan Iran.

Selama lebih dari tiga bulan, penutupan Selat Hormuz akibat perang telah mengganggu jutaan barel pasokan minyak dan gas global.

Hilangnya ketegangan politik di kawasan langsung direspons pasar global. Para pelaku pasar mengantisipasi kembalinya pasokan komoditas energi.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026

"Premi risiko geopolitik yang sebelumnya terbentuk pada harga minyak kini dikurangi dengan sangat agresif," ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer.

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan prospek pulihnya arus pasokan minyak.