Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit, JPFA membukukan penjualan neto senilai Rp60,71 triliun.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 8,8% year-on-year (YoY) dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp55,8 triliun.

>>> Film Agak Laen 2 Raih 9 Juta Penonton dalam 27 Hari

Sektor peternakan komersial menyumbang Rp24,51 triliun, disusul pakan ternak Rp15,78 triliun, serta pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen Rp10,64 triliun.

Selain itu, budidaya perairan berkontribusi Rp5,13 triliun, pembibitan unggas Rp3,54 triliun, perdagangan dan lain-lain Rp2,3 triliun, lalu dikurangi potongan penjualan Rp1,21 triliun.

Beban pokok penjualan perseroan terkerek naik menjadi Rp47,52 triliun pada 2025 dari posisi sebelumnya Rp44,58 triliun pada 2024.

Kendati demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 32,63% YoY menjadi Rp4 triliun dari Rp3,01 triliun pada 2024.

Pada pos neraca keuangan, Japfa berhasil memangkas jumlah liabilitas jangka pendek sebesar 32,2% secara year to date (YtD) menjadi Rp11,20 triliun selama tiga bulan pertama 2025.

Di sisi lain, liabilitas jangka panjang naik 73,4% YtD menjadi Rp6,11 triliun, sehingga total liabilitas menjadi Rp17,31 triliun atau turun 13,6% YoY.

Total ekuitas perusahaan melonjak 10% YtD menjadi Rp22,02 triliun.

Hasilnya, total aset yang dicatatkan Japfa pada tiga bulan pertama 2026 berada di angka Rp39,33 triliun, atau mengalami penurunan sebesar 1,8% YtD.

Risiko Investasi dan Jadwal Emisi

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa fluktuasi nilai tukar, inflasi, risiko produksi, serta ketersediaan dan ketidakpastian harga komoditas bahan baku menjadi risiko utama perseroan.

Risiko lain yang mungkin dihadapi investor adalah tidak likuidnya obligasi yang ditawarkan.

Instrumen utang ini bakal dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, dengan PT Sucor Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi.

Penjamin emisi obligasi lainnya akan diputuskan kemudian.

>>> Prilly Latuconsina dan Bryan Domani Beradu Akting dalam Patah Hati yang Kupilih

Proses penerbitan obligasi JPFA dijadwalkan berlangsung dengan linimasa sebagai berikut: Masa Penawaran Awal 15–22 Juni 2026, Tanggal Efektif 29 Juni 2026, Masa Penawaran Umum 30 Juni–1 Juli 2026, Tanggal Penjatahan 3 Juli 2026, Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan 7 Juli 2026, Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik 7 Juli 2026, dan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 8 Juli 2026.