PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI berencana menghimpun dana segar hingga Rp2,5 triliun pada tahun 2026 melalui penerbitan obligasi dan sukuk.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat pembiayaan proyek infrastruktur nasional serta pembiayaan syariah di Indonesia.

>>> UIN Malang Integrasikan Sistem Pesantren dan Pendidikan Tinggi Modern

Rincian Penerbitan Obligasi dan Sukuk

Manajemen SMI menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2026 dengan nilai maksimal Rp2 triliun.

Bersamaan dengan itu, diterbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2026 dengan nilai tertinggi Rp500 miliar.

Masa penawaran awal untuk kedua instrumen ini dijadwalkan pada 12 hingga 22 Juni 2026, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 8 Juli 2026.

Penerbitan tahap pertama ini merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V dengan target total Rp20 triliun.

Sementara itu, program Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV mematok target keseluruhan sebesar Rp8 triliun.

Seluruh dana dari obligasi akan dialokasikan untuk mendukung aktivitas pembiayaan infrastruktur, sedangkan dana dari sukuk disalurkan khusus untuk pembiayaan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) perseroan.

Instrumen keuangan ini telah mengantongi peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Obligasi SMI meraih peringkat idAAA (Triple A), sedangkan Sukuk Mudharabah mendapatkan peringkat idAAA(sy) atau Triple A Syariah.

>>> Khutbah Jumat 19 Juni 2026 Mengajak Umat Memaknai Waktu dan Pergantian Tahun

Peringkat tertinggi tersebut menunjukkan kemampuan perseroan yang sangat kuat untuk menyelesaikan kewajiban keuangan jangka panjang.

Seluruh surat utang ini juga dijamin dengan skema full commitment oleh sindikasi penjamin emisi.

Kinerja Keuangan SMI