Proses penuaan merupakan fase alami yang tidak dapat dihindari. Namun, bertambahnya usia sering memicu kekhawatiran pada perempuan terkait perubahan fisik dan penurunan rasa percaya diri.

Kondisi tersebut mendorong banyak orang aktif mencari informasi tentang perawatan diri dan kebugaran. Langkah ini dilakukan demi menjaga kualitas hidup yang optimal di usia matang.

>>> Julian Alvarez Jadi Pemain Termahal Argentina di Piala Dunia 2026

Dalam acara Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/6/2026), beberapa perempuan menceritakan pengalaman mereka.

Mereka mengulas ketakutan yang pernah muncul serta strategi untuk tetap bugar.

Kekhawatiran Penurunan Fungsi Fisik

Penurunan fungsi tubuh menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan saat usia berlanjut. Eka Septianingsih (42), warga Tangerang, sengaja hadir untuk mencari solusi mengatasi penuaan dini.

"Karena saya perlu informasi untuk menangani penuaan dini, khususnya untuk perempuan," jelasnya saat diwawancarai di Ageless Festival.

Bagi Eka, penuaan bukan sekadar masalah perubahan penampilan luar. Ia sangat menyoroti potensi penurunan fungsi fisik yang dapat mengganggu mobilitas sehari-hari.

"Penuaan itu kulitnya akan terlihat tua, sudah tidak fresh lagi. Kemudian, pakai tongkat sebagai alat bantu jalan.

Pasti enggak mau kan kalau tua pakai tongkat, karena fisiknya menurun," katanya.

Guna memperlambat dampak tersebut, Eka memilih konsisten menjalankan aktivitas fisik. Ia mengombinasikan olahraga rutin dengan pemenuhan nutrisi harian.

"Saya pribadi olahraga rutin dengan diimbangi gaya hidup sehat. Tidur yang cukup kurang bisa ya, kemungkinan minum vitamin yang sesuai kebutuhan," ujarnya.

Kecemasan Terlihat Lebih Tua dari Usia Asli

Kekhawatiran berbeda dirasakan Hira (51), warga Jakarta.

Menurutnya, masalah utama yang kerap mengganggu kepercayaan diri adalah penuaan dini yang membuat wajah tampak lebih tua dari umur sebenarnya.