Dalam penelitian terkait kesehatan mulut, Amaliya melihat perbedaan kondisi rongga mulut antara perokok dan pengguna produk alternatif.

Perokok lebih rentan mengalami masalah gusi, perubahan warna gigi, dan penumpukan plak akibat paparan asap pembakaran.

Perokok dewasa yang beralih ke produk alternatif menunjukkan kecenderungan kesehatan gusi yang lebih baik.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa produk alternatif bukan bebas risiko dan penggunaannya harus disertai edukasi yang benar.

Amaliya menambahkan pentingnya edukasi agar produk rendah risiko kesehatan dapat dimanfaatkan secara luas di Indonesia.

Edukasi perlu menekankan bahwa produk alternatif ditujukan untuk perokok dewasa, bukan non-perokok, remaja, atau ibu hamil.

>>> Kenaikan BI-Rate Diprediksi Dongkrak Bunga Kredit dalam 3-6 Bulan

Meski demikian, standar terbaik bagi kesehatan tetap berhenti sepenuhnya dari penggunaan produk tembakau dan nikotin. Amaliya menegaskan perlunya riset dan kebijakan berbasis bukti ilmiah yang objektif dan transparan.