Penggunaan vape dinilai lebih efektif membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok. Hal ini berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Sarah E.

Jackson dari UCL Alcohol and Tobacco Research Group.

>>> SKB 3 Menteri: Senin 15 Juni 2026 Bukan Hari Libur Nasional

Menurut Jackson, upaya beralih dengan bantuan vape memiliki peluang keberhasilan lebih tinggi dibandingkan metode lain. Pernyataan ini dikutip pada Minggu (14/6/2026).

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad), Prof. Dr. drg. Amaliya, M.

Sc. , Ph.

D, menilai perkembangan pemanfaatan produk tembakau alternatif di Inggris menarik dari perspektif inovasi ilmiah. Pendekatan ini diposisikan sebagai strategi pengurangan bahaya atau harm reduction.

Amaliya menyebut Inggris menjadi studi kasus paling menonjol secara global dalam menggunakan inovasi untuk mengurangi bahaya tembakau. Pendekatan ini didukung data ilmiah mengenai efektivitasnya membantu perokok dewasa beralih.

Beberapa faktor membuat produk tembakau alternatif lebih efektif dibandingkan terapi pengganti nikotin (NRT).

Perangkat ini mampu meniru aspek perilaku merokok, seperti gerakan tangan ke mulut dan sensasi tertentu yang tidak ditemukan pada koyo atau permen nikotin.

Rokok elektrik juga memungkinkan pengguna mengatur asupan nikotin secara bertahap. Hal ini membantu mengurangi dorongan untuk kembali merokok, terutama bagi perokok dewasa dengan tingkat ketergantungan tinggi.

>>> Samuel Sekuritas Rekomendasi Beli BMRI, ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS

Amaliya menekankan bahwa produk tembakau alternatif tidak sepenuhnya bebas risiko. Perbedaan mendasar antara vape dan rokok terletak pada ketiadaan proses pembakaran.

Vape menerapkan sistem pemanasan yang menghasilkan uap atau aerosol. Sementara rokok menghasilkan asap yang mengandung TAR dan karbon monoksida, dua senyawa berbahaya pemicu berbagai penyakit.