"Rekan-rekan lama menghilang satu per satu tanpa alasan yang jelas," kata narator dalam video.

Pada bagian akhir, pegawai tersebut memutuskan membeli telepon seluler baru untuk mengirimkan pesan rahasia. Langkah itu diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem yang berjalan.

"Sekarang adalah waktunya untuk melakukan perubahan," tutur pegawai tersebut.

Meskipun situs web ini diblokir di wilayah China, banyak warga setempat diketahui tetap mengaksesnya menggunakan jaringan virtual privat (VPN).

Di sisi lain, Kantor Urusan Taiwan China belum memberikan tanggapan atas peluncuran saluran intelijen ini.

Pendekatan serupa sebenarnya pernah diterapkan oleh Beijing pada tahun 2024 melalui penyediaan alamat email pelaporan untuk menjaring pihak yang mereka sebut sebagai separatis Taiwan.

>>> Timnas Inggris Bidik Gelar Juara Piala Dunia 2026 Bersama Thomas Tuchel

Hingga saat ini, Pemerintah Taiwan terus menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan hanya rakyat pulau tersebut yang berhak menentukan masa depan mereka.