"Kami juga melihat pentingnya menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah dan menengah ke bawah, karena konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi," katanya.

Menurut analisisnya, tekanan biaya energi yang luput dari pengelolaan yang baik berisiko menjepit dunia usaha dari dua arah sekaligus: pembengkakan biaya operasional dan penurunan permintaan akibat konsumen yang kian selektif berbelanja.

Untuk jangka panjang, para pelaku usaha mengharapkan regulasi harga energi yang lebih dapat diprediksi serta dibarengi instrumen mitigasi yang mumpuni.

>>> Tapa Bisu Keraton Yogyakarta Jadi Tirakat Malam 1 Suro dengan Mubeng Beteng 4 Kilometer

"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang mengikuti dinamika pasar, tetapi dalam kondisi tekanan biaya yang masih tinggi, pemerintah perlu memastikan agar transmisi kenaikan tersebut tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas dan tidak mengganggu pemulihan daya beli serta aktivitas dunia usaha," tutur Shinta.