Pandemi COVID-19 di awal 2020 melahirkan banyak pelaku UMKM baru. Salah satunya Jo Viviani Sanita, pendiri jenama bumbu masakan instan khas Aceh ShanJay Cook.

Vivi, sapaan akrabnya, mengawali bisnis bukan dari bumbu, melainkan tas anak. Namun, pandemi yang meliburkan sekolah membuat usaha itu terhenti.

>>> Nuri Agus Eks Kiper Persiku Hilang Lima Hari, Jejak Terakhir Terlacak di Magelang

Ia pun beralih ke kuliner, terinspirasi kecintaan sang suami terhadap masakan kampung halamannya di Kota Sigli, Aceh. Awalnya, mereka mendapat kiriman bumbu instan dari keluarga di Aceh.

Penasaran dengan racikan asli, Vivi dan suami belajar langsung ke rumah saudara di Aceh. Meski bukan penggemar memasak, Vivi tekun belajar demi menghidangkan makanan khas Aceh untuk suami.

Lambat laun, mereka berhasil membuat resep Mie Goreng Aceh, Mie Gulai Aceh, hingga Mie Kocok Aceh. Vivi mulai mempromosikan ke grup WhatsApp, saudara, dan keluarga.

Pesanan pun ramai, dan pada 2021 ia membuka sistem pre-order. Saat pandemi mereda dan suami kembali sibuk, Vivi berinovasi mengemas bumbu instan siap masak.

Dari Kemasan Biasa ke Teknologi Retort

Awalnya, bumbu instan ShanJay dikemas biasa sehingga harus disimpan di kulkas atau freezer. Untuk pengiriman luar kota, Vivi membekukannya.

Ia kemudian beralih ke kemasan dengan teknologi sterilisasi retort. Produk pun bisa tahan hingga satu tahun tanpa bahan pengawet.

Untuk memperluas pasar, Vivi bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2025. Di sana, ia mengikuti berbagai pelatihan, termasuk branding dan pemanfaatan AI untuk promosi digital.

Rumah BUMN BRI juga membantu pembuatan konten promosi media sosial. Pendampingan ini membuat bisnis Vivi semakin dikenal.