Ericsson resmi meluncurkan layanan berlangganan perangkat lunak baru yang menghadirkan model kecerdasan buatan (AI) kelas telekomunikasi. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan operasional jaringan tanpa memerlukan tambahan perangkat keras.

Perangkat lunak ini dirancang untuk masuk langsung ke baseband dan radio. Dengan teknologi tersebut, operator seluler dapat meningkatkan kinerja, otomatisasi, serta efisiensi energi pada jaringan 5G mereka.

>>> Kpop Demon Hunters Tayang Lagi di Bioskop, Indonesia Belum Ada

Teknologi ini memanfaatkan model AI yang beroperasi secara real-time di dalam Radio Access Network (RAN).

Kemampuan tersebut didukung oleh pembelajaran berkelanjutan dan agen AI untuk operasional jaringan yang lebih canggih.

Model kelas telekomunikasi ini dibangun khusus untuk inferensi latensi ultra-rendah. Fokus utamanya adalah menjaga keandalan di berbagai lingkungan RAN yang dinamis.

Layanan inovatif ini berjalan menggunakan Ericsson 5G Advanced di seluruh platform RAN, baik yang dirancang khusus maupun berbasis Cloud.

Fleksibilitas ini mempermudah integrasi sistem bagi para operator telekomunikasi.

Ericsson memanfaatkan teknologi silikon pada radio dan komputasi RAN generasi terbaru.

Hal itu memungkinkan penempatan model AI yang tepat di bagian jaringan radio yang sesuai, serta dapat diterapkan di platform mitra.

Fitur perdana dari perangkat lunak ini sudah mulai tersedia untuk digunakan. Sementara itu, fitur-fitur tambahan lainnya dijadwalkan menyusul pada akhir tahun mendatang.

>>> Robot LEV-2 JAXA Ungkap Penyebab Wahana SLIM Terbalik di Bulan

Fungsi awal yang dihadirkan mencakup penjadwal bertenaga AI untuk adaptasi tautan. Selain itu, terdapat pula fitur beamforming serta koordinasi multi-layer untuk mengoptimalkan lalu lintas data.

Ericsson mengklaim sistem baru ini telah melalui pengujian intensif di lapangan. Teknologi tersebut tercatat sudah diterapkan dalam lebih dari 15 uji coba di berbagai belahan dunia.