PT Indosat Tbk menjalin kemitraan strategis dengan Nokia untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini diumumkan pada Rabu (11/6/2026) dan akan dilakukan melalui penggelaran perangkat radio generasi mutakhir milik Nokia, seperti Habrok dan Pandion, baseband Levante, sistem Centralized RAN, serta platform manajemen otomatisasi jaringan tingkat lanjut.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok 3% ke Level Terendah Tujuh Pekan

Peta jalan implementasi mencakup penggelaran teknologi 5G pita frekuensi rendah di seluruh spektrum jaringan, sedangkan layanan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau 80 persen populasi jaringan perseroan dalam kurun waktu 3,5 tahun ke depan.

Proyek infrastruktur ini juga berfungsi sebagai fondasi konektivitas AI Grid nasional untuk memperdalam integrasi kemampuan AI pada struktur telekomunikasi Indonesia.

Pertumbuhan ekspansif tercatat dari jumlah BTS 5G Indosat per akhir Maret atau kuartal I/2026 yang melonjak drastis mencapai 9.972 unit, dibandingkan kuartal I/2025 yang hanya sebanyak 107 unit.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menjelaskan bahwa perusahaan terus berkembang untuk melayani pelanggan dengan memahami kebutuhan mereka secara lebih mendalam dan menghadirkan pengalaman yang bermakna.

"Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan," kata Vikram Sinha.

>>> Diskominfo Kota Tangerang Peringatkan Warga soal Penipuan SIM Swap

Inisiatif ini dipercaya dapat mendongkrak efisiensi operasional sekaligus memperkokoh penerapan transformasi digital berkat sokongan otomatisasi berbasis AI dan fitur hemat energi.

Sementara itu, pihak Nokia memandang babak berikutnya dari evolusi jaringan akan sangat ditentukan oleh kemampuan operator dalam memadukan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasi.