Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat mengenai maraknya modus penipuan SIM Swap, Selasa (10/6/2026).

Kejahatan siber ini menyasar nomor ponsel aktif milik korban demi menguasai akses perbankan serta layanan digital penting lainnya.

>>> Kemendag Terbitkan Aturan Baru Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Paduan Besi Lewat DSI

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menegaskan perlunya kewaspadaan dini dari seluruh lapisan masyarakat.

"Jika nomor ponsel tiba-tiba mati atau hilang sinyal tanpa alasan jelas, segera laporkan ke operator sebelum pelaku sempat membobol akun perbankan," ujar Mugiya di Tangerang, Selasa (10/6).

Pengambilalihan nomor ponsel oleh pelaku dilakukan dengan memanfaatkan data pribadi korban yang sebelumnya telah didapatkan melalui kebocoran data.

Apabila proses duplikasi atau penggantian kartu SIM tersebut berhasil dilakukan di gerai operator, pelaku dapat menerima kode verifikasi (OTP) yang dikirim melalui SMS.

Mugiya mengingatkan bahwa fungsi nomor ponsel saat ini telah bergeser menjadi kunci utama untuk mengakses berbagai akun finansial pribadi.

>>> Harga Emas Berjangka AS Merosot ke Level US$ 4.286

"Tetaplah waspada, karena pelaku kejahatan hanya membutuhkan satu celah kelengahan kita untuk menguras isi rekening," ungkap Mugiya.

Tahapan Kejahatan SIM Swap

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terdapat tiga tahapan sistematis yang dilalui pelaku dalam melancarkan aksi penipuan ini.

Langkah tersebut dimulai dari pencurian data lewat phishing, pemalsuan identitas di gerai operator, hingga pembobolan akun keuangan.

Diskominfo Kota Tangerang mengimbau masyarakat mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) menggunakan aplikasi autentikator dan memperbarui kata sandi secara berkala.

Masyarakat juga diminta menjaga data pribadi seperti NIK dan nama ibu kandung, serta segera menghubungi call center operator jika kehilangan sinyal secara mendadak.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok Tiga Persen ke Level Terendah Tujuh Pekan

"Kami mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasi digital agar terhindar dari berbagai modus penipuan siber yang kian beragam," kata Mugiya.