Memilih parfum sering kali menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang belum mengenal karakter aroma atau belum menemukan wangi yang tepat.

Padahal, parfum bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan bagian dari identitas dan ekspresi diri.

>>> ITB Luncurkan ICE Microcredential, Jawab Kebutuhan Skill Industri

Proses memilih parfum idealnya dilakukan tanpa tekanan.

Konsumen perlu kesempatan untuk mencoba berbagai aroma, membandingkannya, lalu menentukan pilihan yang sesuai dengan karakter, aktivitas, hingga suasana hati.

Tren ini melahirkan konsep toko parfum self-service.

Berbeda dengan belanja konvensional yang mengandalkan rekomendasi staf, konsep ini memberi keleluasaan bagi pelanggan untuk mengeksplorasi parfum secara mandiri.

Mereka bebas mencium aroma, mencoba tester, dan mengenali preferensi pribadi tanpa tekanan untuk segera membeli.

Konsep Self-Service untuk Eksplorasi Aroma

Head Marketing Manager Tania Perfume, Reza Aditya, mengatakan bahwa parfum adalah produk yang sangat personal. Setiap orang membutuhkan ruang untuk menemukan aroma yang paling merepresentasikan dirinya.

"Bagi kami, parfum bukan sekadar produk untuk membuat tubuh lebih wangi. Parfum adalah bagian dari cara seseorang mengekspresikan dirinya.

Melalui konsep self-service, kami ingin memberikan kebebasan kepada setiap pelanggan untuk menemukan aroma yang benar-benar terasa personal," ujarnya.

Dengan konsep tersebut, pelanggan dapat mencoba ratusan pilihan aroma dengan karakter beragam, mulai dari fresh, floral, fruity, sweet, woody, hingga aroma yang lebih hangat dan intens.

Pendekatan ini memudahkan orang yang belum mengetahui jenis parfum yang diinginkan.

>>> Bambang Pamungkas Yakin Timnas Indonesia Akhiri Penantian Gelar AFF 2026

Meski mengusung konsep self-service, pendampingan staf tetap tersedia jika dibutuhkan. Konsumen dapat meminta penjelasan mengenai karakter aroma, rekomendasi berdasarkan aktivitas, atau bantuan menentukan pilihan yang paling sesuai.