Jerawat di hidung sering kali terasa lebih mengganggu dibandingkan area wajah lainnya. Letaknya yang mencolok dan rasa nyeri saat disentuh membuat banyak orang ingin segera mengatasinya.

Namun, tidak semua benjolan merah di hidung merupakan jerawat biasa.

>>> Cara Mendapatkan Saldo DANA 12 Dolar dari Aplikasi Arctic Fishing 2026

Pada sebagian orang, kondisi tersebut bisa menjadi tanda rosacea, yaitu penyakit kulit kronis yang menyebabkan kemerahan dan peradangan pada wajah.

Jika penyebabnya berbeda, cara mengatasinya pun tidak bisa disamakan. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab jerawat di hidung, perbedaannya dengan rosacea, serta cara penanganannya.

Penyebab Jerawat di Hidung

Hidung merupakan salah satu bagian wajah yang paling sering mengalami jerawat.

Hal ini terjadi karena pori-pori di area hidung cenderung lebih besar sehingga lebih mudah tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, kotoran, dan bakteri.

Ketika sumbatan terjadi, kulit akan mengalami peradangan yang memicu munculnya komedo, jerawat bernanah, hingga benjolan besar seperti kista.

Itulah sebabnya jerawat di hidung sering terasa lebih sakit.

Beberapa ahli juga menyebut lokasi jerawat dapat berkaitan dengan kondisi tertentu. Misalnya, jerawat di ujung hidung dikaitkan dengan gangguan pencernaan, sedangkan di sisi hidung berhubungan dengan perubahan hormon.

Namun, kaitan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jerawat di Hidung Bisa Jadi Bukan Jerawat Biasa

Meski tampak serupa, jerawat di hidung belum tentu termasuk acne vulgaris.

Pada beberapa kasus, benjolan merah di hidung justru merupakan gejala papulopustular rosacea, salah satu jenis rosacea yang memunculkan bintil menyerupai jerawat.

Rosacea biasanya diawali dengan kemerahan yang menetap di area hidung dan pipi akibat pelebaran pembuluh darah. Seiring waktu, kulit dapat mengalami pembengkakan dan muncul benjolan kecil seperti jerawat.