Harga Minyak Dunia Anjlok 3% ke Level Terendah Tujuh Pekan
Harga minyak mentah dunia merosot sekitar 3% pada perdagangan Selasa (9/6/2026) hingga menyentuh level terendah dalam tujuh pekan terakhir.
Penurunan terjadi setelah Iran dan Israel memutuskan menghentikan serangan timbal balik menyusul desakan Presiden AS Donald Trump untuk meredakan konflik.
>>> Diskominfo Kota Tangerang Peringatkan Warga soal Penipuan SIM Swap
Minyak mentah Brent turun US$ 2,80 (3%) menjadi US$ 91,45 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS merosot US$ 3,10 (3,4%) ke US$ 88,20 per barel.
Level tersebut merupakan titik terendah bagi Brent sejak 17 April dan bagi WTI sejak 29 Mei.
Ini juga pertama kalinya sejak Januari Brent ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari.
Analis Ritterbusch and Associates menyebut pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik seiring meningkatnya harapan gencatan senjata.
"Pasar minyak bergerak lebih rendah karena konflik terbaru antara Israel dan Iran mulai mereda.
Pernyataan Trump tentang kemungkinan berakhirnya perang dalam dua hingga tiga hari melalui negosiasi juga memberi tekanan," tulis Ritterbusch.
>>> Kemendag Terbitkan Aturan Baru Ekspor Sawit, Batu Bara, dan Paduan Besi Lewat DSI
Meski demikian, Teheran memperingatkan akan menyerang kembali jika operasi militer Israel ke Hizbullah di Lebanon berlanjut.
Kekhawatiran pasar juga masih tertuju pada gangguan jalur Selat Hormuz yang dilalui seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal dan ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat, meskipun negosiasi antara Washington dan Teheran masih berjalan alot.
Dari sisi permintaan, impor minyak mentah China pada Mei turun 29% ke level terendah dalam delapan tahun.
Administrasi Informasi Energi AS memproyeksikan konflik Iran akan memangkas produksi minyak dunia 2026 menjadi rata-rata 99 juta barel per hari dan permintaan global 102,9 juta barel per hari.
Kekurangan pasokan diperkirakan diambil dari cadangan, sehingga persediaan negara OECD berpotensi turun ke level terendah sejak 2003.
>>> Harga Emas Berjangka AS Merosot ke Level US$ 4.286
Pelaku pasar menanti rilis laporan persediaan mingguan dari API dan EIA dengan prediksi penarikan stok sekitar 4 juta barel oleh perusahaan energi AS.
Update Terbaru
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni
Rabu / 10-06-2026, 07:20 WIB
Korlantas Polri Perpanjang Moratorium Sirene dan Strobo di Jalan Raya
Rabu / 10-06-2026, 07:20 WIB
AI Fisik Jadi Tren Teknologi Terbesar di Computex 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Polri Perpanjang Larangan Penggunaan Sirene dan Lampu Strobo di Dalam Kota
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Atletico Madrid Bantah Klaim Real Madrid soal Tawaran Julian Alvarez
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
Nanda Persada Ungkap Peran Ruben Onsu di Balik Karier Sarwendah
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026 via Ujian SSE
Rabu / 10-06-2026, 07:16 WIB
'Teach You a Lesson' Puncaki Chart Mingguan Netflix untuk Serial Non-Inggris
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
Serangan Udara AS ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
China Sukses Lakukan Transplantasi Ginjal dan Hati Babi ke Manusia
Rabu / 10-06-2026, 07:15 WIB
PT Trimitra Trans Persada Bagikan Dividen Tunai Rp21 Per Saham
Rabu / 10-06-2026, 07:12 WIB
Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB
Jaecoo dan Geely Gempur Dominasi Pabrikan Jepang di Pasar Mobil Indonesia Mei 2026
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB
Rutin Minum Kopi Hitam Berikan Tiga Efek Perlindungan Organ Hati
Rabu / 10-06-2026, 07:10 WIB






